Penyuluhan Bahaya Narkoba Tekankan Peran Penting Orang Tua Lindungi Anaknya

AKURAT.CO Peran serta orang tua ternyata sangat signifikan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba yang berisiko dilakukan oleh generasi muda penerus bangsa Indonesia saat ini.
Hal itu ditekankan dalam Penyuluhan Dampak Bahaya Narkoba yang diinisiasi kelompok Pandawa Ganjar di Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Minggu (12/11/2023).
“Edukasi di masyarakat, khususnya di orang tua. Karena, di sini banyak kalangan anak muda terkena (risiko) bahaya narkoba. Orang tua harus mengarahkan (anaknya) di sini,” ujar Novan Pahlevi selaku pemateri dalam kegiatan itu.
Dalam kegiatan yang dilakukan bertepatan dengan Hari Ayah Nasional tahun ini, dia menyarankan para orang tua untuk mengarahkan anaknya kepada kegiatan-kegiatan bernilai positif dan produktif.
“Yang pertama, (orang tua) mengarahkan tentang pergaulan (anak-anak) mereka. Yang kedua, melakukan kegiatan-kegiatan positif biar mereka semua tidak terjerat narkoba,” kata Novan.
Baca Juga: Perkuat Komitmen Transisi Energi, Pertamina Jalin Kerja Sama Dengan SINOPEC
Selain peran orang tua, dia juga menyebutkan pihak lain yang memiliki andil besar dalam mencegah peredaran narkoba adalah lingkungan sosial di setiap wilayah dari mulai tingkat Rukun Tetangga (RT).
Novan menjelaskan, langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat melalui organisasi-organisasi kemasyarakatan dan kepemudaannya adalah menggelar kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti penyuluhan kali ini.
“Kalau dari lingkungan, pentingnya (mengadakan) kegiatan-kegiatan seperti ini (penyuluhan narkoba). Diedukasi dari kalangan RT, agar mereka tahu dampaknya narkoba itu apa,” katanya menegaskan.
Kegiatan yang digagas kali ini menuai pujian warga seperti diakui salah seorang di antaranya, Angga Trisusilo.
Baca Juga: Siapa Pendiri Ka'bah? Para Ulama Tidak Hanya Menyebut Nabi Ibrahim, Dua Makhluk Ini Juga
“Kegiatan ini termasuk yang bagus. Dapat diterima di lingkungan ini. Tentang bahayanya narkoba itu dapat penyuluhan yang bagus dari pematerinya tadi. Bahaya narkoba terhadap lingkungan, terhadap keluarga, terhadap anak-anak dan terhadap masyarakat,” tuturnya.
Meskipun demikian, risiko itu masih bisa dicegah bersama-sama oleh kelompok warga dengan cara meningkatkan kewaspadaan dan menjalin koordinasi yang baik dengan instansi pemerintah hingga penegak hukum terkait.
“Bisa (dicegah dengan cara) dilihat dari perilaku dan juga tindakan dan kebiasaannya. (Penanganannya) harus kompak. Tidak bisa kita jalan sendiri-sendiri, kita tidak koordinasi dengan lingkungan. Terutama, RT, RW, Kelurahan,” kata Angga.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









