Akurat Logo

Ulama Merah Putih Sepakat Tolak Paham Radikalisme

Arief Rachman | 24 September 2023, 11:51 WIB
Ulama Merah Putih Sepakat Tolak Paham Radikalisme

AKURAT.CO Halaqoh Kebangsaan Ulama Merah Putih menjadi momentum untuk menyerap aspirasi dan masukan dari para kiai untuk disampaikan kepada bakal calon presiden 2024-2029, Ganjar Pranowo.

Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (22/9/2023) malam, diisi dengan diskusi mengenai kepemimpinan hingga peran ulama dan santri dalam demokrasi.

"Dalam kegiatan ini kami mengumpulkan beberapa pimpinan pondok pesantren dan majelis taklim dalam rangka membicarakan dan mendiskusikan kepemimpinan Ahlussunnah Wal Jamaah," kata Kiai Imam Mujaerimi, Korda Ulama Merah Putih Lebak.

Baca Juga: Perempuan Indonesia Suri Teladan Dalam Penanggulangan Radikalisme

Selain itu, para peserta kegiatan kali ini juga sempat membahas perkembangan paham radikalisme di tengah masyarakat Indonesia saat ini. Hal itu dinilai perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat hingga daerah.

Para kiai yang hadir di lokasi pertemuan sepakat untuk menolak paham radikalisme berkembang di lembaga pendidikan pondok pesantren. Mereka juga memberikan masukan untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Nanti ada beberapa hal yang kami usulkan dalam kegiatan itu, kaitannya dengan regulasi tentang peraturan-peraturan yang kalau bisa radikalisme itu diperkecil ruang geraknya dengan pondok pesantren itu diberdayakan," kata Kiai Imam.

Baca Juga: Muktamar Sufi Internasional 2023, Ganjar Bicara Pendidikan-Perekonomian Sebagai Benteng Cegah Radikalisme

Peran ulama dan santri dinilai sangat penting dalam membantu pemerintah untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat Indonesia secara umum.

Oleh karena itu, para kiai di Kabupaten Lebak mengapresiasi pendekatan yang dilakukan para sukarelawan Ganjar Pranowo sebagai bentuk perhatian terhadap ulama dan santri di daerahnya.

"Ulama ini sangat penting dalam mengarahkan. Karena, para ulama dan para santri yang berada di wilayah Kabupaten Lebak pada umumnya ini merupakan benteng pertahanan negara. Bisa dikatakan seperti itu, karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat," tuturnya.

Baca Juga: Pentingnya Telusuri Jaringan Sosial Untuk Mencegah Infiltrasi Radikalisme

Kegiatan halaqoh kebangsaan yang digagas Ulama Merah Putih kali ini diikuti 15 kiai pengurus pondok pesantren dan majelis talim dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak.

Antara lain, Kiai Imanullah (PP Nurul Jadid) Kiai Imam Mujaerimi T (Al-Hidayah Wanti), Ajeungan Dede Sirojuddin (As-Syifa), Kiai Maman Abdurrrahman (Al-Fattah) dan Kiai Abdur Rahmat (Al-Munawwarah).

Hadir juga KH Badrussalam (Tarbiyatul Falah), Kiai Muslih Syam (Majelis Sejuta Ummat), Kiai M Dahlan (Riyadhus Shibyan) KH Eddi Junaedi (Al-Barokah) dan KH Pepen (Al-Iman).

Selain itu, ada KH Wahyuddin (Bani Ali), Kiai asep Amin Murodi (Hasyimiyyah), Ki Abdullah Syahroni (Majlis Saung Garuda) KH Syuhada (Miftahul Jannah) serta Kiai Aning (Nurul Falah).[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.