Benarkah Paru-Paru Dapat Kolaps Akibat Vape? Ini Kata Praktisi Kesehatan

AKURAT.CO Seorang pengguna rokok elektrik (vape) di Inggris, Alex Gittins (31 tahun), mengambil langkah hukum dengan menggugat toko vape Easi-Vape yang berbasis di County Durham. Gittins meyakini Ia jatuh sakit karena likuid yang dijual oleh toko vape tersebut. Ia mengklaim mulai menggunakan rokok elektrik sejak April 2023, tepat satu bulan sebelum Ia mengalami gejala-gejala awal paru-paru kolaps (pneumothorax). Ia sendiri telah merokok selama 15 tahun sebelum mencoba vape. Namun, benarkah Gittins jatuh sakit karena menggunakan vape?
Menanggapi hal ini, pemerhati kesehatan masyarakat dr. Tri Budhi menyoroti adanya hal yang mestinya ditelusuri lebih lanjut di samping efek vaping. Ia menyatakan perlu ada penilaian menyeluruh untuk menyimpulkan kondisi Gittins, misal intensitas konsumsi serta riwayat penyakit sebelum menggunakan vape.
“Berita asli nya dari Inggris. Dia (Gittins) sudah merokok selama 15 tahun. Berarti sejak usia 15-an sudah kena TAR. Sedangkan, rokok itu rata-rata 20 tahunan pemakaian sudah menimbulkan gejala, minimal PPOK (penyakit paru obstruktif kronis),” kata Tri Budhi.
Perwakilan dari Easi-Vape sendiri telah angkat suara dan percaya mereka punya cukup bukti bahwa vape yang dijual tidak serta merta menyebabkan penyakit yang diderita oleh Gittins. Pasalnya, semua likuid yang dijual adalah likuid legal yang terdaftar pada Badan Regulasi Obat dan Kesehatan Inggris.
Vape Hanya untuk Pengguna Nikotin Dewasa
Dalam gugatannya, Gittins menuntut agar toko Easi-Vape ditutup secara permanen. Selain karena penyakit yang dideritanya, Ia khawatir semakin banyak anak-anak yang tertarik untuk memulai vaping.
“Kekhawatiran utama saya ialah, ini bisa terjadi pada anak-anak. Begitu banyak dari mereka yang berlarian sambil merokok vape, tetapi pemerintah tidak melakukan apa pun untuk melarangnya,” kata Gittins.
Di sisi lain, dr. Tri Budhi sependapat dengan kekhawatiran tersebut. Ia memaparkan bahwa anak-anak seharusnya tidak mengonsumsi vape atau pun rokok. Untuk itu, Ia mendukung pengawasan agar vape diatur dan diperuntukkan hanya bagi pengguna dewasa.
“Alasan kenapa underage tidak boleh kena paparan baik TAR maupun nikotin karena organ tubuh mereka masih rentan dan belum mature sempurna. Yang bisa berakibat gagal mature-nya organ terkait kalau misalnya terganggu akibat faktor eksternal,” kata dr. Tri Budhi.
Tri Budhi mendukung pemakaian vape yang wajar bagi orang dewasa. Pemakaian yang berlebihan pastinya akan memberikan efek samping dan risiko kepada pengguna. Tidak hanya pada vape saja, menurutnya olahraga pun kalau berlebihan bisa menimbulkan cedera dan risiko. Untuk itu, edukasi dan kesadaran konsumen sangat penting dalam hal ini.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK




