Akurat

Akhir Mulus Karier Doni Monardo dan Pesan Penting untuk Kepala BNPB Baru

Okto Rizki Alpino | 25 Mei 2021, 19:31 WIB
Akhir Mulus Karier Doni Monardo dan Pesan Penting untuk Kepala BNPB Baru

AKURAT.CO Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengakhiri kariernya dengan mulus.

Ketua Satuan tugas (Satgas) COVID-19 itu kini memasuki masa pensiun pada 1 Juni mendatang. Ia digantikan oleh Letjen TNI Ganip Warsito yang dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (25/5/2021). 

Doni akhirnya resmi pamit dari tugas-tugasnya dan menyerahkan tugasnya kepada suksesornya. 

"Kami mohon pamit sebagai Kepala BNPB, sekaligus sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Juga berakhirnya masa tugas sebagai TNI aktif dan memasuki masa purna bakti," kata Doni Monardo, Selasa (25/5/2021). 

Doni Monardo mengawali kariernya sebagai prajurit TNI.

Berikut perjalanan karier Doni Monardo yang dihimpun akurat.co dari berbagai sumber. 

Karir Militer

Letnan Jenderal TNI Doni Monardo di Cimahi, Jawa Barat pada 1981. Ia lulus pendidikan di SMA Negeri 1 Padang.

Setelah lulus, Doni melanjutkan pendidikan di Akademi Militer pada 1985. Ia lalu melanjutkan kembali pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada 1999. Terakhir, ia melanjutkannya ke Lembaga Ketahanan Nasional di tahun 2012 silam.

Perjalanannya karirnya terus melejit. Setelah menjadi alumnus Akmil, ia langsung bergabung dengan Kopassus. Dia sempat bertugas di wilayah konflik Timor Timur dan juga Aceh. Setelah melewati itu, Doni bergabung dengan Paspampers.

Pada 2008, Doni dipromosikan untuk menjadi Komandan Grup A Paspampers. Setelah itu, dia menempati posisi teritorial sebagai Danrem 061/Surya Kencana pada 2010-2011.

Doni pernah mendapat tugas-tugas genting dalam berbagai operasi penyelamatan. Ia menjadi wakil komandan satuan tugas antiteror pembebasan MV Sinar Kudus yang dibajak oleh pemberontak Somalia. Sukses melaksanakan tugas itu, Doni dipromosikan kembali sebagai Wakil Komandan Kopassus. Saat itu, ia bahkan telah meraih bintang satu di pundaknya.

Sejak itu, karier Doni Monardo semakin melejit. Doni diangkat sebagai Komandan Paspampers pada 2012-2014. Tugas itu ia jalani dengan baik. Karenanya, ia diamanahi tugas baru sebagai Danjen Kopassus pada 2014 hingga 2015.

Ketika memimpin Kopassus, Doni sempat punya gagasan populis. Ia ingin membuat tentara pada saat itu lebih ramah kepada masyarakat luas. Ia berusaha mewujudkannya dengan cara mewajibkan prajurit Kopassus untuk senyum, sapa, salam jika tengah berhadapan dengan masyarakat.

Tak berselang lama, ia lalu diberi tugas baru sebagai Panglima Kodam XVI Pattimura di Ambon pada 2015-2017. Tahun itupula ia kembali dipindahkan dan menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi di Jawa Barat selama setahun yakni mulai tahun 2017-2018.

Prestasi-prestasi itu membuatnya diganjar bintang tiga saat menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Sosial (Sesjen Wantamnas). Di kalangan prajurit TNI maupun BNPB, pria jangkung itu dikenal sebagai jago bela diri dan juga menembak. Bahkan di penghujung kariernya, Doni masih dikenal memiliki fisik yang kuat. 

Dilantik Jadi Kepala BNPB

Pada 2019 silam, Doni Monardo akhirnya dilantik menjadi Kepala BNPB menggantikan Laksamana Muda Willem Rampangilei. Kala itu, pelantikan Doni Monardo sebagai Kepala BNPB sempat tertunda.

Hal mengenai ditundanya pelantikan Doni disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensekneg) Pratikno.

Dia menjelaskan bahwa pelantikan dibatalkan pada pagi hari karena Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja ke Lampung.

Di luar soal jadwal presiden, rencana pengangkatan Doni Monardo juga diwarnai polemik soal legalitasnya. Saat itu, opini masyarakat terbelah dua soal kebolehan Doni yang masih perwira aktif menjabat sebagai Kepala BNPB yang identik sebagai lembaga sipil. 

Namun, pelantikan Doni Monardo akhirnya tetap dilangsungkan pada 19 Januari 2019 tepat pukul 09.00 WIB di Istana Negara. Kontroversi itu akhirnya berlalu seiring berjalannya waktu. 

Doni Monardo semakin muncul ke ruang publik saat bencana-bencana mulai melanda sebagian masyarakat Indonesia. Ia mewariskan pekerjaan pemulihan pasca bencana tahun 2018. Misalnya tsunami Selat Sunda dan longsor melanda wilayah Sukabumi menjelang akhir 2018. Selain itu, ia juga harus merampungkan relokasi dan penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di NTB dan Sulawesi Tengah.

Saat tugas-tugas itu belum rampung, badai besar datang melanda. Indonesia akhirnya harus menghadapi kenyataan pahit. Pandemi COVID-19 menggiringnya pada tugas baru sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19. Pada Jumat (13/3/2020) ia ditunjuk presiden sebagai Ketua Satgas COVID-19. 

Sejak itu, ia berjibaku dengan pandemi yang terus melanda negeri. Dua tahun ia memimpin tugas menekan laju penularan virus mematikan itu di masyarakat. Intensitas kerjanya bahkan tak berkurang hingga detik-detik pergantiannya menuju masa pensiun. Salah satu pernyataan yang menyedot perhatian publik baru-baru ini yakni:

"Lebih baik cerewet daripada korban COVID-19 berderet-dere,t" katanya pada Rabu (5/5/2021). Pernyataan itu ia sampaikan saat ia sedang gencarnya berupaya melarang masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini. Mulai meningkatnya kasus COVID-19 di masyarakat pascalebaran Idul Fitri dan musim mudik tahun ini mengingatkan publik akan pernyataan Doni Monardo itu. 

Saat acara serah terima jabatan dan pisah sambut di Graha BNPB, ia menyampaikan poin penting tentang kerja BNPB kepada suksesornya Letjen TNI Ganip Warsito. 

Dia mengatakan, dibutuhkan stamina yang kuat dan keteguhan hati menghadapi banyaknya bencana di Tanah Air dan persoalan di daerah-daerah yang juga tak mudah. Gempa bumi, stunami, liquifaksi , erupsi. Gunung berapi, ancaman hidro meteorologi, dan begitu banyak persoalan yang terjadi

"Sebab, ketika bencana terjadi, kita masih menghadapi berbagai persoalan yang belum selesai dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai daerah karena begitu seringnya bencana terjadi," katanya. 

Dia mengatakan, pandemi COVID-19 mengajarkan banyak hal. Sebab, tak ada ilmu pengetahuan yang benar-benar memahami virus itu hingga kini. Karena itu, keteguhan hati dan kerja kolaborasi akan sangat membantu melewati badai pandemi saat ini.

"Tetapi semuanya dapat terkendali dengan baik. Ini semuanya berkat kerja keras kolaborasi para ASN dan BNPB," ungkapnya. 

Riwayat Jabatan 

Danyon-11 Grup-1/Kopassus

Danyonif 900/Raider (1999-2001)

Dandenma Paspampres

Waasops Danpaspampres

Danbrigif Linud 3/Tri Budi Sakti (2008)

Dan Grup A Paspampres (2008-2010)

Danrem 061/Surya Kencana (2010-2011)

Wadanjen Kopassus (2011-2012)

Danpaspampres[3] (2012-2014)

Danjen Kopassus[4][5] (2014-2015)

Pangdam XVI/Pattimura (2015-2017)

Pangdam III/Siliwangi (2017-2018)

Sesjen Wantannas (2018-Sekarang)

Penghargaan-Penghargaan Negara

Bintang Jasa Utama

Bintang Yudha Dharma Pratama

Bintang Kartika Eka Paksi Pratama

Bintang Yudha Dharma Nararya

Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
B
Editor
Badri