Pemerintah Berikan Santunan Keluarga Rp 300 Juta Jika Tenaga Medis Covid-19 Meninggal

AKURAT.CO Selain memberikan insentif kepada dokter spesialis, umum dan tenaga medis, pemerintah juga memberikan santunan kepada para tenaga medis yang meninggal dunia karena ikut terpapar Covid-19.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD. "Santunan diberikan sebesar Rp300 juta rupiah kepada tenaga medis yang meninggal," kata Mahfud Sabtu (8/8/2020).
Mahfud mengatakan, santunan yang diberikan pemerintah tidak membedakan apakah yang meninggal itu dokter spesialis, umum atau perawat. Jika meninggal keluarga mereka akan mendapat santunan Rp300 juta.
Sebelumnya, pemerintah juga memberikan insentif kepada dokter spesialis yang menangani Covid-19 sebesar Rp 15 juta setiap bulan, dokter umum Rp 10 juta dan tenaga kesehatan Rp 7,5 juta juga diberikan setiap bulan.
Bahkan pemerintah akan langsung mentransfer insentif itu ke rekening para tenaga medis. Tidak melalui rumah sakit atau kepala daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla




