Akurat Logo

Sering Jadi Doa Pernikahan, begini Makna 'Samawa' menurut Para Ulama

| 3 Desember 2019, 15:40 WIB
Sering Jadi Doa Pernikahan, begini Makna 'Samawa' menurut Para Ulama

AKURAT.CO, Pernikahan adalah bagian dari ajaran agama Islam dan merupakan sunah Rasulullah saw yang dapat menyempurnakan separuh dari agama Islam.

Di masyarakat luas, ketika ada pasangan yang menikah, maka doa yang paling populer adalah harapan agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah alias samawa.

Dalam Al-Qu'ran, Allah Swt berfirman:

ISTIMEWA


Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenang dan tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. Ar-Rum: 21).

Ayat di atas mengandung penjelasan bahwa pernikahan adalah perpaduan antara ketenteraman (sakinah), penuh rasa cinta (mawaddah) dan rasa kasih sayang (rahmah).

Imam Qurthubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa sakinah atau ketentraman dalam rumah tangga yang dirasakan suami dari istri akan terlahir dari sikap mawaddah (rasa cinta kasih) yang terlahir dari sifat lahiriyah, dan dari rahmah (kasih sayang) yang bersifat batiniyah dari sang suami. Dengan keselarasan ketiganya, pernikahan dua insan diharapkan akan melahirkan rumah tangga yang harmonis hingga tua.

Dalam tafsirnya itu pula, Imam Qurthubi menambahkan kutipan dari Ibnu Abbad. Dari Ibnu Abbad ia berkata, "Mawaddah adalah rasa cinta kasih seorang laki-laki untuk perempuannya, sementara rahmah adalah kasih sayang yang hanya diperuntukkan bagi perempuannya dalam kondisi sepahit apa pun,”

Sementara itu dalam Tafsir Mafatihul Ghaib, Imam Fakhruddin Ar Razi menjelaskan bahwa sakinah ialah rasa tenang dan tenteramnya hati yang dirasakan dan didapatkan dari pasangan. Oleh sebab itu, rasa tersebut tidak hanya istri bagi suami tetapi juga sebaliknya suami bagi istri.

Hal tersebut karena istri bisa menjadi tempat suami memperoleh ketenteraman bila istri mendapatkan ketenteraman pula dari suami. Ketenteraman itu timbul dari adanya mawaddah (rasa cinta kasih) yang tercurahkan untuk pasangan. Serta dari rahmah (rasa kasih sayang) yang mengalir dari pasangan.

Wallahu a'lam.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.