Operasi SAR Longsor Bandung Barat 24 Jam Non-Stop, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

AKURAT.CO Pemerintah mengutamakan penyelamatan jiwa dalam penanganan bencana tanah longsor yang melanda Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, usai mendampingi Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung lokasi bencana serta berdialog dengan para pengungsi pada Minggu (25/1/2026).
"Pemerintah menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya para korban di Cisarua akibat longsor dan curah hujan yang sangat tinggi. Yang kami utamakan adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dilakukan 24 jam non-stop karena masih sekitar 80 warga yang dalam pencarian," ujar Pratikno.
Baca Juga: Basarnas Terjunkan 250 Personel Evakuasi Longsor di Bandung Barat
Diketahui, bencana longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandung Barat sejak Jumat malam (23/1/2026).
Kondisi tanah yang jenuh air memicu longsor besar pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, disertai aliran banjir bandang dari kawasan perbukitan. Material longsor dan lumpur menerjang permukiman warga, menimbun rumah, merusak infrastruktur, serta memutus akses jalan.
Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 selama 14 hari, guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.
Selain fokus pada pencarian korban, pemerintah juga memastikan penanganan korban meninggal dilakukan secara optimal dan bermartabat. Proses identifikasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga terus dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.
"Penanganan korban ini kami lakukan seoptimal mungkin, sebaik mungkin, mulai dari proses identifikasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga secara bermartabat," jelas Pratikno.
Dia menambahkan, perlindungan dan pelayanan bagi para pengungsi juga menjadi perhatian utama pemerintah. Dalam penanganan bencana ini, pemerintah mengerahkan lima klaster utama yang bekerja secara terkoordinasi di lapangan, yaitu klaster SAR, kesehatan, logistik, perlindungan dan pengungsian, dan pemulihan.
Baca Juga: Gibran Tinjau Longsor di Bandung Barat, Pastikan Penanganan Cepat dan Terpadu
Klaster SAR yang dipimpin Basarnas bersama TNI, Polri, BNPB, dan BPBD mengerahkan lebih dari 250 personel serta alat berat untuk mempercepat proses pencarian. Korban yang berhasil dievakuasi dirujuk ke rumah sakit terdekat seperti RSUD Cililin dan RSUD Soreang.
Klaster Kesehatan menyediakan pos kesehatan lapangan dengan layanan 24 jam, ambulans siaga, mekanisme rujukan bagi korban kritis, serta layanan kesehatan jiwa dan trauma healing bagi para penyintas.
Sementara itu, Klaster Logistik memastikan ketersediaan bantuan sembako, makanan siap saji tiga kali sehari, selimut, serta tenda darurat bagi para pengungsi.
"Kami juga bertanya kepada pengungsi apakah telah makan pagi atau belum, bagaimana pelayanannya. Sembako telah disiapkan dan berbagai alat pendukung seperti selimut dan lain sebagainya juga telah disiapkan," ujar Pratikno.
Klaster Pengungsian dan Perlindungan melibatkan Kementerian Sosial, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten memberikan pendampingan kepada keluarga korban terdampak. Adapun Klaster Pemulihan disiagakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus mencegah bencana susulan.
Menko PMK menekankan pentingnya pencegahan bencana susulan. Pemerintah pusat terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah-langkah lanjutan, termasuk rencana relokasi warga terdampak.
"Bapak Wakil Presiden tadi telah juga membahas bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah yakni Bapak Wakil Gubernur dan Bapak Bupati terkait rencana relokasi agar warga terhindar dari dampak risiko bencana susulan. Identifikasi lahan diminta untuk segera dilakukan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK





