AS Gunakan Pesawat CN-235 Buatan RI Tangkap Presiden Venezuela, Ini Respons DPR

AKURAT.CO Media internasional menyebut pesawat CN-235 buatan Indonesia digunakan oleh Amerika Serikat dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Pesawat CN-235 merupakan pesawat angkut taktis hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan perusahaan Spanyol, CASA, yang telah digunakan berbagai negara untuk kepentingan militer maupun sipil.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menilai isu ini menjadi momentum refleksi strategis bagi pemerintah Indonesia untuk memperkuat kebijakan pertahanan, khususnya dalam meningkatkan produksi dan pemanfaatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri.
“Terlepas dari dinamika geopolitik yang melatarbelakangi penggunaan pesawat tersebut oleh negara lain, hal ini menunjukkan bahwa alutsista buatan anak bangsa memiliki kualitas dan daya saing global. Sayangnya, pemanfaatannya di dalam negeri sendiri belum maksimal,” ujar Oleh Soleh, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, di tengah eskalasi geopolitik global yang semakin tidak menentu dan rawan konflik bersenjata, Indonesia tidak bisa terus bergantung pada alutsista impor.
Kemandirian pertahanan, kata dia, harus dibangun secara serius, terencana, dan berkelanjutan.
“Kedaulatan negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan diplomasi, tetapi juga oleh kemampuan memproduksi dan menguasai alutsista sendiri. Ini sudah menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar pilihan,” tegasnya.
Oleh Soleh menambahkan, penguatan industri pertahanan nasional sejalan dengan Asta Cita di bidang pertahanan yang menempatkan kemandirian dan kedaulatan nasional sebagai fondasi pembangunan bangsa.
Ia mendorong pemerintah untuk memberikan prioritas anggaran, keberpihakan kebijakan, serta konsistensi pemesanan alutsista kepada industri pertahanan nasional, termasuk PT Dirgantara Indonesia, agar ekosistem pertahanan berbasis produksi dalam negeri benar-benar terwujud.
“Jika produk kita dipercaya dan digunakan negara besar dalam operasi strategis, maka tidak ada alasan bagi kita sendiri untuk ragu. Sudah saatnya alutsista buatan anak bangsa menjadi tulang punggung pertahanan nasional,” ujarnya.
Seperti diberitakan, The New York Times menyebut operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat melibatkan sedikitnya 150 pesawat militer.
Salah satunya adalah pesawat CN-235 buatan Indonesia hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia dan CASA.
Militer AS disebut mengoperasikan sekitar 32 unit pesawat CN-235 dalam berbagai varian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







