Profil Helmud Hontong, Wakil Bupati Sangihe yang Vokal Tolak Tambang Emas dan Meninggal Dunia di Pesawat

AKURAT.CO Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong, meninggal dunia secara mendadak pada 9 Juni 2021 di tengah isu penolakan tambang emas di wilayahnya.
Sosoknya dikenal luas sebagai politikus yang gigih menentang rencana eksploitasi tambang emas oleh PT Tambang Mas Sangihe, sebuah sikap yang menarik perhatian publik pasca-kematiannya.
Kepergiannya yang tiba-tiba dalam penerbangan dari Denpasar ke Makassar memunculkan spekulasi publik terkait penolakannya terhadap tambang tersebut.
Profil Helmud Hontong
Helmud Hontong, S.E., lahir di Mahengetang, Sulawesi Utara, pada 9 November 1962.
Ia menjabat sebagai Wakil Bupati Kepulauan Sangihe sejak 22 Mei 2017 hingga tanggal wafatnya pada 9 Juni 2021.
Helmud Hontong meninggal dunia pada usia 58 tahun saat dalam penerbangan dari Denpasar menuju Makassar.
Jabes Gaghana adalah Bupati Kepulauan Sangihe yang menjabat bersama Helmud Hontong.
Helmud menganut agama Kristen Protestan dan memiliki seorang istri bernama Rahel Sasamu serta seorang putra bernama Geral Imanuel Hontong.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier
Helmud Hontong menghabiskan sebagian besar masa kecil dan pendidikannya di kota Tahuna.
Ia menyelesaikan sekolah menengah atas pada tahun 1982 dan meraih gelar Sarjana Ekonomi di Manado pada tahun 2004.
Perjalanan karier Helmud Hontong menunjukkan dedikasi yang panjang di dunia politik.
Awal Karier: Sebelum terjun ke politik, Helmud pernah bekerja sebagai tukang cukur dan mengembangkan bisnis pangkas rambutnya. Ketertarikannya pada politik muncul ketika ia direkrut sebagai penata rambut istri seorang politikus dan anggota parlemen provinsi di Manado.
Anggota DPRD: Ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe selama dua periode, yaitu dari tahun 2009 hingga 2017. Ia menjabat sebagai Ketua Komisi A di DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe pada periode 2009-2014 dan 2017-2022.
Wakil Bupati: Pada tahun 2017, ia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai wakil bupati dan terpilih sebagai Wakil Bupati Kepulauan Sangihe untuk periode 2017-2022.
Partai Politik: Helmud Hontong adalah politikus dari Partai Golkar. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Golkar Kabupaten Kepulauan Sangihe periode 2009-2014 dan 2014-2016, serta Sekretaris DPD Partai Golkar Sangihe periode 2016-2021. Ia juga menjabat sebagai Ketua Kosgoro Sangihe periode 2016-2021.
Penolakan Terhadap Tambang Emas
Helmud Hontong sangat vokal menentang rencana pengembangan tambang emas oleh PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di Kepulauan Sangihe.
Menurut pemetaan potensi sumber daya mineral oleh pemerintah, tambang tersebut akan mencakup 42.000 hektar Pulau Sangihe, yang lebih dari setengah luas pulau.
Helmud menilai aktivitas pertambangan skala besar tersebut berpotensi merusak ruang hidup masyarakat, mengancam kedaulatan pangan, dan merusak keanekaragaman hayati.
Pada 21 April 2021, ia secara resmi mengeluarkan surat kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) untuk mencabut izin perusahaan pertambangan.
Namun, terdapat perdebatan apakah Helmud benar-benar menolak semua jenis pertambangan atau hanya menolak izin yang diberikan kepada PT Tambang Mas Sangihe, dengan beberapa sumber menyebutkan ia mengusulkan agar wilayah tersebut dijadikan area Community Mining.
Dua hari setelah kematiannya, Kementerian ESDM mengkonfirmasi surat penolakan tersebut, tetapi menyatakan akan melanjutkan penambangan dengan pengawasan pemerintah.
Pada 12 Januari 2023, izin penambangan tersebut akhirnya dibatalkan dan dinyatakan melanggar hukum oleh Mahkamah Agung Indonesia.
Kronologi dan Spekulasi Kematian
Helmud Hontong meninggal dunia secara mendadak pada 9 Juni 2021, dalam penerbangan Lion Air JT-740 dari Denpasar menuju Makassar dalam perjalanan ke Manado.
Menurut keterangan resmi Lion Air, ia menghadiri pertemuan tahunan seluruh bupati dan wakil bupati di Indonesia sebelumnya dan telah dites negatif COVID-19.
Tidak lama setelah lepas landas, sekitar pukul 15:40 WIB, ia tiba-tiba batuk dan mulai mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.
Awak pesawat segera memberikan pertolongan pertama, termasuk tabung oksigen, dan pilot diinstruksikan untuk mendarat di bandara terdekat, yaitu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar.
Namun, tim medis di bandara menyatakan ia telah meninggal dunia saat pesawat tiba pada pukul 16:17 WITA.
Keluarganya, termasuk ajudannya dan keponakannya Engel Hontong, menolak autopsi dan meminta jenazahnya segera dibawa ke Manado dan kemudian ke Tahuna menggunakan kapal.
Menurut keponakannya, Helmud tidak memiliki riwayat penyakit serius dan kematiannya sangat mendadak. Polisi menduga penyebab kematiannya adalah serangan jantung mendadak.
Namun, tim medis juga menyatakan penyebab kematian belum jelas dan ada kemungkinan faktor lain terlibat.
Hasil autopsi yang dilakukan kemudian menyatakan tidak ada racun di tubuh Helmud Hontong, namun penyebab kematian disebut karena komplikasi penyakit.
Kematian mendadak Helmud Hontong memicu spekulasi luas di kalangan warganet Indonesia, yang mengaitkannya dengan penolakannya terhadap tambang emas.
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), sebuah LSM Indonesia, mendesak pemerintah untuk menyelidiki kematiannya, menggambarkannya sebagai "tidak biasa dan mencurigakan".
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




