Mensos: Sekolah Rakyat Jadi Jalan Terang bagi Anak Keluarga Prasejahtera

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyebut keberadaan Sekolah Rakyat sebagai jalan terang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat berkunjung dan berdialog dengan siswa serta orang tua siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (11/10/2025) malam.
"Saya terima kasih kepada kepala sekolah, kepada guru, tenaga kependidikan yang lain yang telah bekerja, dengan penuh kesabaran dan mengikuti prosedur membimbing anak-anak kita, dari berbagai latar belakang lingkungan yang mungkin berbeda-beda satu dengan yang lain," ujar Gus Ipul.
Baca Juga: Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda dalam Kacamata Pendidikan Islam
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu mengatakan, pada masa awal siswa masuk Sekolah Rakyat, proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri. Para siswa harus menyesuaikan diri dengan pola kegiatan 24 jam di asrama.
"Nah anak-anak kita bisa secara bertahap mengikuti proses itu, perkembangannya tadi disampaikan cukup bagus. Tentu pasti ada dinamika, jadi pasti ada dinamika ada tantangan, tapi dinamika tantangan itu bisa diselesaikan dengan baik," ucapnya.
Dia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Mojokerto, yang menjadi pelopor pembangunan Sekolah Rakyat. Dia menyebut Mojokerto kini menjadi salah satu dari 165 titik penyelenggaraan sekolah rakyat rintisan di Indonesia.
"Sehingga Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu titik penyelenggaraan sekolah rakyat rintisan dari 165 titik sekolah," kata Gus Ipul.
Baca Juga: Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu Permanen
Penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan program kolaboratif antara Kementerian Sosial dengan berbagai kementerian, instansi, serta pemerintah daerah. Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar tidak tertinggal dari proses pembangunan nasional.
"Alhamdulillah penyelenggaraan berjalan dengan baik. Dan tentu ini khusus diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang kurang mampu, yang tidak mampu, yang prasejahtera, yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Keluarga-keluarga yang ada di data tunggal sosial dan ekonomi nasional," pungkasnya.
Sebagai informasi, SRMP 15 Mojokerto menampung 50 siswa jenjang SMP dengan dukungan 13 guru, 5 wali asuh, dan 2 wali asrama yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran serta pendampingan karakter siswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







