Akurat Logo

Tepat Sasaran, Reshuffle Kabinet Jawaban Atas Krisis Kepercayaan Publik

Paskalis Rubedanto | 11 September 2025, 10:23 WIB
Tepat Sasaran, Reshuffle Kabinet Jawaban Atas Krisis Kepercayaan Publik

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle terhadap lima pos kementerian strategis yang dipandang sebagai upaya meredam tekanan publik pascagelombang demonstrasi besar beberapa waktu terakhir.

Direktur Eksekutif Indonesia Public Policy (IPP), Aldi Pradana, menilai keputusan Presiden Prabowo sudah tepat sasaran.

"Presiden Prabowo sudah mengambil langkah yang tepat. Melihat komposisi reshuffle adalah kementerian yang selalu disoroti publik untuk diganti," ujarnya kepada wartawan, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga: Prabowo Dorong Percepatan Program Prioritas Guna Membuka Jutaan Lapangan Kerja

Aldi menekankan bahwa sejumlah menteri yang diganti memang sudah lama berada dalam sorotan publik. Dia mencontohkan Budi Arie Setiadi yang terseret isu kasus judi online.

"Saya sangat sepakat jika Budi Arie di-reshuffle. Hal ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik dalam program koperasi merah putih dari Bapak Presiden ke depan," jelasnya.

Selain itu, Abdul Kadir Karding juga dinilai bermasalah karena kerap membuat pernyataan blunder, termasuk kontroversi terkait tagar #KaburAjaDulu.

Baca Juga: Dipanggil Prabowo ke Istana, Purbaya Lapor Perkembangan Pembahasan APBN

Menurut Aldi, munculnya foto Karding bermain domino bersama Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dan mantan tersangka pembalakan liar semakin menurunkan wibawanya.

Adapun, penggantian Menko Polkam, Budi Gunawan, tidak lepas dari lemahnya peran intelijen dalam menyikapi demonstrasi besar di berbagai daerah.

"Tidak ada kemunculan atau peran intelijen dalam menyelesaikan persoalan tersebut," katanya.

Baca Juga: Prabowo Berduka Cita Atas Banjir di Bali dan NTT, Minta BNPB Bertindak Cepat

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, disebut sudah beberapa kali mengajukan pengunduran diri. Penggantian ini, menurut Aldi, hanyalah soal waktu.

Sedangkan Menpora, Dito Ariotedjo, digeser karena gagal menghadirkan terobosan signifikan selama menjabat.

Dengan komposisi reshuffle tersebut, Aldi menilai Presiden Prabowo mengirim sinyal kuat bahwa pemerintahannya serius merespons kritik publik.

Baca Juga: Presiden Prabowo Panggil Menko AHY, Matangkan Rencana Pembangunan Giant Sea Wall Banten-Gresik

"Reshuffle ini adalah pesan bahwa Prabowo tidak ingin ada kementerian yang menjadi titik lemah kepercayaan masyarakat," pungkas Aldi.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.