Reshuffle Kabinet Murni karena Kinerja Menteri, Tidak Ada Faktor-faktor Lain

AKURAT.CO Isu yang berkembang bahwa Presiden Prabowo Subianto mencoba menyingkirkan pengaruh mantan Presiden RI, Joko Widodo, melalui reshuffle kabinet patut disayangkan.
Sebab, kenyataannya tidak demikian. Sejak awal mengumumkan pemerintahannya, Presiden Prabowo mengusung rekonsiliasi nasional dengan menggandeng lawan-lawan politiknya pada Pilpres 2024.
Sejak awal, Presiden Prabowo justru menggandeng Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, dan beberapa kader PKB ke dalam Kabinet Merah Putih.
Baca Juga: Reshuffle Pejabat Keuangan di Zaman Kekhalifahan Islam
"Kalau ada upaya membangun opini bahwa reshuffle kabinet yang baru saja (Senin, 8/9/2025) dilakukan Prabowo untuk menyingkirkan orang-orang Joko Widodo tentu sebagai upaya provokasi memecah belah hubungan antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo," jelas Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, dalam keterangannya, Selasa (9/9/2025).
Bukti bahwa Presiden Prabowo tidak ada niat menyingkirkan orang-orang yang dianggap dekat dengan Jokowi adalah dengan merekrut Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani.
Purbaya diketahui pernah dekat dengan Jokowi karena beberapa kali terlibat dalam pemerintahannya.
Baca Juga: Bantah Isu Geng Solo, Mensesneg Sebut Reshuffle Kabinet Murni Evaluasi
"Kalau memang Prabowo ingin bersih-bersih terhadap orang-orang yang dianggap dekat dengan Jokowi, tentu posisi Panglima TNI, Kapolri dan Seskab yang akan diganti oleh Prabowo," kata Fernando.
Posisi Panglima TNI dan Kapolri sangat strategis, sehingga jika Presiden Prabowo ingin menyingkirkan orang-orang dekat Jokowi tentu kedua jenderal itu sudah diganti.
"Namun saya yakin bahwa tidak ada keinginan Prabowo menyingkirkan orang-orang yang pernah dekat dengan Jokowi. Namun reshuffle dilakukan murni karena kinerja dari masing-masing menteri," ujar Fernando.
Baca Juga: Reshuffle Menteri Koperasi Pesan Tegas dari Presiden Prabowo
Menurutnya, keputusan Presiden Prabowo mempertahankan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo; Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto; serta Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, murni lantaran kinerja ketiganya yang dianggap masih memuaskan.
"Semoga saja Presiden Prabowo Subianto terus menilai para anggota kabinet berdasarkan pada kinerja mereka bukan karena ada agenda politik untuk menyingkirkan orang-orang kepercayaan Jokowi. Sebagaimana yang pernah disampaikan untuk terus membangun persatuan melalui rekonsiliasi nasional," jelas Fernando.
Baca Juga: Prabowo Resmi Reshuffle, 6 Kementerian dan Lembaga Dilantik Sore Ini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








