Kasus Kematian Prada Lucky, Moralitas dan Pola Pendidikan di Tubuh TNI Jadi Sorotan

AKURAT.CO Kasus kematian Prajurit Dua (Prada) Lucky Cepril Saputra Namo, yang diduga akibat penganiayaan oleh seniornya, dinilai mencerminkan masih adanya persoalan moralitas di tubuh TNI.
Anggota Komisi I DPR, Taufiq R Abdullah, menegaskan bahwa peristiwa serupa bukanlah yang pertama kali terjadi, bahkan cenderung berulang setiap tahun.
“Hal ini menggambarkan moralitas sebagian prajurit yang belum baik. Tentu sangat mencoreng citra TNI yang susah payah dibangun oleh para pimpinannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/8/2025).
Menurut Taufiq, kasus ini menjadi indikasi adanya kelemahan dalam pendidikan karakter di lingkungan TNI. Ia mendesak perbaikan menyeluruh pada mindset dan paradigma prajurit.
“Kekerasan tentara terhadap warga sipil disinyalir karena mental superior yang tertanam pada diri prajurit. Standing position prajurit merasa lebih tinggi dibanding masyarakat sipil,” tegasnya.
Baca Juga: Pra-Penjualan Tembus Rp1,2 Triliun, PANI Gaspol Kembangkan Kawasan Hijau Bernilai Triliunan
Padahal, lanjut dia, secara hukum, sosial, dan budaya, TNI harus menempatkan diri setara dengan masyarakat.
“Tentara bukan aparat penegak hukum, bukan pemegang otoritas sosial dan budaya. Posisi TNI adalah alat negara di bidang pertahanan, yang bertugas menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Selain itu, TNI juga berperan menjaga keamanan dan ketertiban,” jelasnya.
Taufiq juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan internal, khususnya terkait pembinaan prajurit.
“Penganiayaan prajurit senior terhadap juniornya, selain terkait pola dan metode pembinaan yang perlu dibenahi, juga berakar dari mentalitas yang terinternalisasi sejak masa pendidikan sebelum menjadi tentara,” tambahnya.
Sebelumnya, Prada Lucky, anggota Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025) pukul 10.30 WITA, setelah dirawat empat hari di RSUD Aeramo, Nagekeo.
Paman korban, Rafael Davids, mengungkapkan bahwa keluarga menerima informasi Lucky mengalami penyiksaan oleh seniornya.
Dandim 1625 Ngada, Letkol Czi Deny Wahyu Setiyawan, membenarkan empat anggota yang diduga terlibat telah diamankan di Subdenpom Ende. Namun, peran masing-masing terduga pelaku masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor di Jakarta Protes Dugaan Tambang Ilegal di Halmahera Timur
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








