Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Hanya Setahun Sekali Tiap Ajaran Baru

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap anak-anak usia sekolah akan dilakukan setahun sekali, setiap kali memasuki tahun ajaran baru.
Hal ini disampaikan Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi, usai meninjau pelaksanaan program CKG di SD Negeri Cideng 02 Jakarta Pusat.
"Jadi ini adalah program yang kita lakukan setahun sekali. Jadi setiap kali tahun ajaran baru kita akan melakukan cek kesehatan gratis," ujar Maria kepada awak media di lokasi, Senin (4/8/2025).
Maria mengatakan, CKG untuk usia sekolah sama seperti program CKG untuk masyarakat umum yang dilaksanakan di Puskesmas setahun sekali, yaitu ketika warga sedang memasuki bulan kelahiran atau ulang tahun.
"Tapi yang usia SD, SMP, SMA kita lakukan di sekolah setahun sekali juga pada saat ajaran baru, tapi untuk semua masyarakat silahkan datang ke Puskesmas setahun sekali untuk cek kesehatan," ujarnya.
Terkait dengan CKG di Sekolah, peserta didik atau para siswa tetap akan digratiskan jika ditemukan masalah tertentu, yang harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di puskesmas.
"Untuk pemeriksaannya gratis semua di puskesmas, pemeriksaannya gratis, nanti pengobatan tergantung kabupaten itu apakah sudah universal health coverage atau kalau belum universal health coverage maka tergantung keanggotaan DTDS untuk masalah kesehatan yang ditemukan. Tapi semua pemeriksaan gratis termasuk pemeriksaan lanjutan yang dibutuhkan di puskesmas," jelasnya.
Sebagai informasi, proses CKG terhadap anak-anak usia sekolah ini terdiri deri sejumlah pemeriksaan, meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tensi darah, gigi, mata dan telinga.
Selain itu, para siswa juga turut menjalani pemeriksaan fisik, di mana mereka diharuskan berlari mengelilingi lapangan sekolah sebanyak 13 putaran atau sejauh 1 kilometer.
Sementara dalam pemeriksaan di SD Negeri Cideng 02, ditemukan bahwa sebagian besar masalah yang dialami para siswa yaitu masalah gigi bolong dan telinga kotor.
Para siswa yang mendapatkan catatan dari tim dokter kemudian diarahkan untuk mengikuti pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas Gambir.
Sementara untuk siswa yang mengalami masalah terhadap kesehatan fisik, diberikan metode olahraga yang tepat untuk berlatih di rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








