Alert BMKG! Waspada Tsunami di Indonesia? Ini Penjelasannya
Eko Krisyanto | 1 Agustus 2025, 13:08 WIB

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan dini tsunami yang sebelumnya diberlakukan pasca gempa besar yang mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu pagi (30/7/2025).
Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran global karena berpotensi memicu tsunami lintas samudra, termasuk di wilayah Indonesia.
Indonesia Terdampak Tsunami, Meski Skala Kecil
Berdasarkan observasi tinggi muka laut yang dilakukan BMKG, delapan wilayah di Indonesia dilaporkan mengalami tsunami dengan ketinggian bervariasi, meski tergolong kecil—rata-rata di bawah 0,5 meter. Berikut wilayah-wilayah yang terdampak:
1. Jayapura DOK II – 0,2 meter (14.14 WIB)
2. Pelabuhan Tapaleo, Halmahera Tengah – 0,06 meter (14.15 WIB)
3. Sarmi – 0,2 meter (14.20 WIB)
4. Sorong, Papua Barat – 0,2 meter (14.35 WIB)
5. Depapre, Jayapura – 0,2 meter (14.45 WIB)
6. Sausapor, Papua Barat – 0,2 meter (15.50 WIB)
7. Pelabuhan Beo Talaud, Sulawesi Utara – 0,05 meter (15.14 WIB)
8. Pelabuhan Daeo Majiko, Morotai, Maluku Utara – 0,08 meter (15.17 WIB)
Sementara itu, wilayah Gorontalo dilaporkan tidak mengalami perubahan anomali tinggi muka laut.
2. Pelabuhan Tapaleo, Halmahera Tengah – 0,06 meter (14.15 WIB)
3. Sarmi – 0,2 meter (14.20 WIB)
4. Sorong, Papua Barat – 0,2 meter (14.35 WIB)
5. Depapre, Jayapura – 0,2 meter (14.45 WIB)
6. Sausapor, Papua Barat – 0,2 meter (15.50 WIB)
7. Pelabuhan Beo Talaud, Sulawesi Utara – 0,05 meter (15.14 WIB)
8. Pelabuhan Daeo Majiko, Morotai, Maluku Utara – 0,08 meter (15.17 WIB)
Sementara itu, wilayah Gorontalo dilaporkan tidak mengalami perubahan anomali tinggi muka laut.
Bagaimana Tsunami Ini Terjadi?
Gempa Kamchatka terletak pada koordinat 52,51° LU dan 160,26° BT dengan kedalaman 18 km.
Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, menjelaskan bahwa gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kuril-Kamchatka.
Gempa juga memiliki mekanisme naik (thrust fault), yang berpotensi besar memicu tsunami.
Laporan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) menunjukkan bahwa selain Indonesia, gelombang tsunami juga terpantau di berbagai negara lain seperti:
Laporan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) menunjukkan bahwa selain Indonesia, gelombang tsunami juga terpantau di berbagai negara lain seperti:
1. Rusia: Petropavlovsk (0,1 m), Nikol Skoe (0,3 m)
2. Jepang: Hanasaki (0,3 m), Kushiro (0,1 m), Ofunato (0,4 m), Chichijima (0,1 m)
3. AS: Saipan, Guam (0,1 m), Hanalai (1,0 m), Haleiwa (1,3 m) – keduanya di Hawai
Pengamatan dari buoy laut dalam juga mencatat gelombang signifikan di wilayah sekitar Kamchatka hingga timur Jepang dan Alaska.
BMKG Akhiri Peringatan Tsunami
Setelah melakukan pemantauan selama lebih dari 16 jam, BMKG resmi mencabut peringatan dini tsunami pada pukul 23.00 WIB. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil analisis marigram—grafik tinggi muka laut—yang menunjukkan bahwa energi tsunami telah menurun signifikan.
“Seluruh marigram sudah cenderung ramping mengecil, gambaran energi sudah terdisipasi,” jelas Daryono dalam keterangan resmi.
Status Terkini dan Imbauan BMKG
Meski status peringatan telah dicabut, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Indonesia Timur seperti Jayapura, Sorong, Biak Numfor, Supiori, hingga Kepulauan Talaud untuk tetap waspada dan menjauhi pantai apabila terjadi gempa susulan.
Waspada dini tetap penting mengingat kawasan tersebut rawan terhadap aktivitas tektonik.
Gempa besar yang terjadi di Rusia memang sempat memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah Indonesia.
Namun berkat sistem deteksi dini dan pemantauan aktif BMKG, potensi dampak besar dapat diminimalkan. Saat ini, situasi telah dinyatakan aman, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan.
Laily Nuriansyah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






