KETAHUI 6 Daerah yang Berpotensi Terdampak Megathrust Selat Sunda, Ancaman Gempa dan Tsunami Hingga 20 Meter

AKURAT.CO Megathrust Selat Sunda merupakan salah satu zona subduksi paling aktif di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan gempa bumi dahsyat dan tsunami.
Dengan letaknya yang strategis, zona ini menjadi perhatian utama bagi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.
Zona Megathrust Selat Sunda memanjang dari selatan Sumatera hingga selatan Jawa Barat, dengan panjang sekitar 280 km dan lebar 200 km.
Di zona ini, lempeng samudera yang lebih berat bergerak menunjam ke bawah lempeng benua yang lebih ringan, menciptakan medan tegangan yang dapat menyebabkan gempa bumi besar.
Potensi tsunami akibat gempa megathrust bisa mencapai ketinggian 20 meter di pesisir selatan Jawa dan 3-15 meter di Selat Sunda. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan mengancam keselamatan jiwa.
Berikut daerah yang berpotensi terdampak oleh megathrust Selat Sunda, serta risiko yang dihadapi oleh penduduk di wilayah tersebut.
Baca Juga: DPR Ingatkan Pentingnya Peran MK dalam Sengketa Pilkada 2024
Daerah yang Berpotensi Terkena Megathrust Selat Sunda
1. Pesisir Barat Sumatera
Provinsi Lampung: Kota Bandar Lampung, Kalianda, dan daerah pesisir lainnya di Lampung berisiko tinggi terkena dampak gempa dan tsunami. Dalam simulasi, gelombang tsunami dapat mencapai ketinggian 20 meter di pesisir selatan Jawa dan 3-15 meter di Selat Sunda.
Provinsi Bengkulu: Kota Bengkulu, Mukomuko, dan pulau-pulau kecil seperti Enggano juga berpotensi terdampak parah. Daerah ini terletak dekat dengan zona subduksi, sehingga sangat rentan terhadap guncangan gempa.
Provinsi Sumatera Barat: Padang, Pariaman, dan Kepulauan Mentawai adalah wilayah yang sangat rentan terhadap gempa dan tsunami akibat kedekatannya dengan zona megathrust.
2. Pesisir Selatan Jawa
Provinsi Banten: Daerah wisata seperti Anyer, Carita, Labuan, dan Pandeglang sangat berisiko terkena dampak tsunami. Dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan infrastruktur yang rentan, potensi kerusakan akan sangat besar jika terjadi gempa besar.
Provinsi Jawa Barat: Wilayah seperti Pelabuhan Ratu, Pangandaran, dan daerah pesisir lainnya juga berisiko tinggi. Gelombang tsunami dapat menjalar melalui Selat Sunda hingga ke Jakarta dalam waktu sekitar 2,5 jam setelah gempa terjadi.
3. Jakarta dan Sekitarnya
Meskipun Jakarta tidak berada langsung di zona megathrust, kota ini tetap berisiko terkena dampak dari tsunami yang berasal dari megathrust Selat Sunda. Gelombang tsunami diperkirakan bisa mencapai ketinggian sekitar 1,8 meter di pesisir utara Jakarta.
Dengan populasi yang padat serta banyak bangunan tinggi, potensi kerusakan bisa sangat besar.
Sebab itu, penting bagi masyarakat untuk memahami risiko gempa dan tsunami serta cara evakuasi yang benar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah






