DPR Siap Kawal Kopdes Merah Putih Pastikan Beri Dampak Nyata untuk Masyarakat Desa

AKURAT.CO Pemerintah harus memastikan program Koperasi Desa Merah Putih memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa. Untuk itu, diperlukan pengawasan ketat dan tata kelola yang profesional.
"Ini adalah langkah besar menuju kemandirian desa, sesuai dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan," kata Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, saat dihubungi Akurat.co, Selasa (22/7/2025).
"Semua tentu ingin koperasi ini sukses, tapi kita juga belajar dari sejarah. Terlalu banyak koperasi di masa lalu yang hanya jadi papan nama, akhirnya jadi bancakan segelintir oknum. Dana digelontorkan, masyarakat tidak merasakan manfaatnya," tambahnya.
Baca Juga: DPR Ingatkan Pengawasan Ketat Kopdes Merah Putih agar Tak Jadi Proyek Gagal
Dia mengingatkan, pengalaman kegagalan koperasi sebelumnya harus menjadi pelajaran penting dalam menjalankan Koperasi Desa Merah Putih. Terlebih, koperasi ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat desa, seperti LPG, pupuk, layanan BRILink, hingga pembiayaan usaha kecil.
"Harapan kami, koperasi ini bukan hanya kuat secara legalitas, tapi juga kuat secara tata kelola dan benar-benar menyentuh kebutuhan warga desa," ujarnya.
Mufti menekankan, DPR RI akan terus mengawal pelaksanaan program ini, sekaligus mendorong transparansi melalui evaluasi berkala dan pelaporan publik.
"Kalau ini sukses, desa bisa jadi garda depan kemandirian bangsa. Tapi kalau sampai salah urus, maka rakyatlah yang akan kembali jadi korban," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program ini juga akan menjadi ukuran sejauh mana janji-janji pembangunan dari pemerintah pusat benar-benar menyentuh akar rumput, bukan hanya berhenti di meja rapat atau dokumen kebijakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








