AKURAT.CO Aliansi Remaja Indonesia Bersatu (AJAIB) menggelar unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis (10/7/2025).
Aksi ini menyoroti berbagai permasalahan mendasar dalam kinerja Kemenag, khususnya terkait penyelenggaraan ibadah haji dan integritas kelembagaan.
Dalam aksinya AJAIB menekankan empat poin utama yang menjadi sorotan publik, yakni kegagalan penyelenggaraan haji 2025 oleh Kemenag.
AJAIB menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengalami kegagalan serius, ditandai dengan hilangnya tiga jemaah haji WNI yang hingga kini belum mendapatkan penanganan yang transparan dan bertanggung jawab.
Baca Juga: CEK Hasil Pengumuman PPPK Tahap 2 Kemenag, Klik Link Resmi Ini Mudah Dibuka!
"Ketiadaan keterlibatan resmi dari perwakilan Futada dan lambatnya respons diplomatik Kementerian Agama kepada otoritas Arab Saudi menjadi cerminan lemahnya sistem perlindungan jemaah dan akuntabilitas institusional. Situasi ini telah memicu perhatian publik serta lembaga legislatif seperti DPR RI dan DPD RI," jelas Bung Coli selaku Koordinator Aksi AJAIB.
AJAIB juga menyoroti dugaan tindak asusila yang melibatkan staf BUMN di salah satu bank milik negara, yang sebelumnya berada dalam lingkup kerja mantan Menteri Agama.
AJAIB menuntut investigasi menyeluruh serta komitmen kelembagaan untuk memperkuat langkah pencegahan kekerasan seksual dan menjamin perlindungan serta keadilan bagi korban.
Baca Juga: Antusiasme Tinggi, Kemenag Batasi Peserta Nikah Massal di Jakarta
Praktik nepotisme dan penyalahgunaan jabatan dinilai semakin mengakar di Kemenag. AJAIB menilai kementerian ini telah menyimpang dari prinsip pelayanan publik dan membuka ruang luas bagi praktik KKN yang merusak kredibilitas institusi.
Terdapat indikasi keterlibatan oknum pejabat berinisial FM dalam pengelolaan proyek-proyek strategis secara tidak transparan dan berpotensi melanggar etika serta hukum administrasi negara.
"Hal ini mencerminkan lemahnya sistem pengawasan internal dan memperkuat desakan untuk dilakukannya restrukturisasi menyeluruh di tubuh Kementerian Agama," ujar Bung Coli.
Baca Juga: Nota Diplomatik Saudi Bocor, Kemenag Klarifikasi Catatan Penyelenggaraan Haji 2025
AJAIB menilai kepercayaan publik terhadap Kemenag saat ini berada pada titik nadir. Ketidakhadiran kepemimpinan yang responsif dan kegagalan menjalankan fungsi pelayanan umat secara akuntabel menciptakan urgensi bagi tindakan korektif nyata.
Oleh karena itu, AJAIB secara tegas mendesak Menteri Agama mengambil sikap kenegarawanan dengan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.
Pengunduran diri tersebut diharapkan dapat menjadi simbol pemulihan integritas institusi dan membuka ruang bagi reformasi kelembagaan yang lebih substansial dan partisipatif.
Baca Juga: Geger di Kemenag, Oknum Kakanwil Maluku Utara Diduga Tilep Uang Proyek Rp37 Miliar
AJAIB menegaskan bahwa gerakan ini bersifat independen, tidak berafiliasi dengan partai politik atau tokoh tertentu dan sepenuhnya digerakkan oleh kesadaran kolektif masyarakat sipil, terutama generasi muda, yang mendambakan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional dan berintegritas.
Aksi ini dilakukan secara damai dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
"AJAIB berkomitmen untuk terus menyuarakan tuntutan ini melalui kanal komunikasi publik, baik di lapangan maupun media sosial, demi memastikan gerakan ini tetap hidup, progresif dan berpihak pada nilai-nilai konstitusional," jelas Bung Coli.
Baca Juga: Pelaksanaan Haji 2025 Masih Berantakan, Kemenag Harus Evaluasi Menyeluruh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri








