Tragedi Pendaki Brasil di Rinjani Jadi Alarm Perbaikan Sistem Wisata Alam Nasional

AKURAT.CO Meninggalnya Juliana De Souza Pereira Marins (JDSP), pendaki asal Brasil, di Gunung Rinjani bukan hanya menggugah empati kemanusiaan, tetapi juga menjadi cermin penting untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem pariwisata alam Indonesia.
Dewan Pakar Gerakan Selamatkan Negeri (GSN) Bidang Pariwisata, Taufan Rahmadi, menilai, musibah ini harus menjadi titik balik untuk membangun ekosistem wisata alam yang tidak hanya indah, tetapi juga tangguh dari segi keselamatan, ketanggapan, dan solidaritas.
“Gunung Rinjani dan destinasi serupa adalah anugerah Tuhan yang tiada duanya. Kita perlu membangun ekosistem pariwisata yang memikat secara visual dan unggul dari sisi sistem, teknologi, serta kesiapsiagaan,” ujar Taufan, Rabu (25/6/2025).
Ia mendorong pemerintah untuk segera memperkuat aspek keselamatan dengan langkah-langkah konkret, seperti integrasi sistem navigasi digital dan early warning system di jalur pendakian, pembentukan unit respons cepat di destinasi rawan, serta pelatihan dan sertifikasi profesional bagi pemandu wisata alam.
Lebih jauh, Taufan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas pendaki, pelaku wisata, dan relawan lokal.
Ia juga mengusulkan penyusunan protokol keselamatan yang berbasis pada kearifan budaya setempat.
Baca Juga: Ahmad Heryawan Resmi Jabat Ketua BAM DPR Gantikan Netty Prasetiyani
“Semua itu adalah bagian dari misi besar kita untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian tak terpisahkan dari keindahan alam Indonesia,” ucapnya.
Menurut Taufan, risiko dalam wisata alam tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, namun dapat diminimalkan melalui sistem yang lebih terstruktur, teknologi yang terintegrasi, dan kerja sama lintas sektor yang kuat.
Ia pun mengapresiasi kerja luar biasa tim SAR gabungan dalam mengevakuasi jenazah JDSP yang ditemukan di kedalaman 600 meter.
“Evakuasi ini bukan perkara mudah. Medan ekstrem, perubahan cuaca yang cepat, dan keterbatasan visibilitas menjadi ujian besar bagi kemanusiaan dan profesionalisme tim,” jelasnya.
“Di tengah segala keterbatasan, tim SAR Indonesia menunjukkan ketangguhan dan dedikasi yang luar biasa. Ini patut kita banggakan,” pungkas Taufan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








