Menko PMK Gandeng PBNU Bahas Pemanfaatan AI dalam Pendidikan Keagamaan

AKURAT.CO Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan Indonesia.
Bersama PBNU, Menteri Koordinator PMK, Pratikno, membahas potensi dan tantangan AI dalam konteks pendidikan keagamaan.
"AI dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas akses terhadap pembelajaran Al-Qur'an, mengembangkan sistem koreksi tajwid, menyatukan kitab-kitab hadits dalam basis data terpadu, hingga menghadirkan kurikulum yang adaptif sesuai kebutuhan pelajar," kata dia dalam melalui keterangan resminya, Minggu (22/6/2025).
Baca Juga: Huawei Luncurkan HarmonyOS 6 untuk Pengembang, Hadirkan Agen AI dan Arsitektur Cloud Canggih
Namun, dia juga mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam konteks ini harus diiringi dengan kontrol etis dan pengawasan ulama.
Di sisi lain, pemanfaatan AI secara masif dalam bidang keagamaan juga membawa sejumlah risiko. Seperti mulai dari potensi distorsi interpretasi teks suci akibat kurangnya pemahaman konteks, erosi otoritas ulama tradisional, hingga pelemahan aspek spiritual dan komunal dalam praktik belajar agama.
Dia menilai, pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai luhur, agar teknologi tidak memutuskan manusia dari akarnya. Karena itu, kemajuan teknologi harus tetap sejalan dengan karakter, moralitas, dan identitas bangsa.
"Kami memiliki kerangka kerja yang kami sebut AI for All, AI for Many, dan AI for Few. AI for All memastikan bahwa seluruh masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan AI secara bijak. AI for Many mendorong inovasi yang meningkatkan produktivitas di berbagai sektor. Dan AI for Few merupakan investasi kita dalam riset dan pengembangan agar ke depan, Indonesia memiliki algoritma dan asupan data yang mencerminkan perspektif dan kepentingan nasional," jelasnya.
Dia menegaskan, pemanfaatan AI harus memperkuat kedaulatan data dan memperkuat narasi kebudayaan nasional. Oleh karena itu, penting untuk mulai mengembangkan AI Agent yang dibangun berdasarkan data, pengalaman, dan cara berpikir bangsa sendiri.
Baca Juga: Telkomsel Rampungkan IBFEST Series 9, Tingkatkan Literasi Digital dan Pemanfaatan AI Ciptakan Dampak bersama 10.000 Pelajar & Guru
"Kami di Kemenko PMK telah membentuk Gugus Tugas untuk kecerdasan artifisial. Intinya, kita memperjuangkan human-centered AI, bahwa masyarakat Indonesia di semua lapisan harus menggunakan AI secara bijak dan cerdas," ucapnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, Menko PMK berharap Indonesia mampu membangun ekosistem kecerdasan artifisial yang inklusif, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
"Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi global, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam membentuk arah perkembangan AI yang membumi dan berkeadaban," ujar Pratikno.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







