Aktif Redam Konflik Iran-Israel, Saatnya Indonesia Tampil sebagai Penjaga Perdamaian

AKURAT.CO Komisi I DPR menyerukan agar Indonesia memaksimalkan peran dalam meredam konflik Iran dan Israel melalui jalur diplomasi.
Anggota Komisi I DPR, Junico Siahaan, menyebut bahwa perang hanya akan membawa kehancuran. Sementara, Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengajak komunitas internasional memilih jalan damai.
"Sesuai dengan hukum internasional dan Piagam PBB, jalan satu-satunya untuk menyelesaikan konflik adalah dengan cara damai. Semua anggota PBB wajib mematuhinya sehingga perdamaian dan keamanan internasional tidak terancam," jelas Nico, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Baca Juga: Sikapi Status Siaga Iran, Pemerintah Harus Percepat Evakuasi WNI dan Maksimalkan Diplomasi
Dia mengatakan, Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi politik bebas aktif, harus mengambil bagian dalam inisiatif internasional untuk mendorong deeskalasi konflik di Timur Tengah.
Menurut Nico, konflik antara Iran dan Israel telah memicu ketidakstabilan global yang luas.
"Ulah Israel ini juga telah membuat situasi global semakin tak menentu," katanya.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Evakuasi 386 WNI dari Iran, Tahap Pertama Dimulai Hari Ini
Dalam kapasitas sebagai anggota Komisi I DPR yang membidangi hubungan luar negeri, Nico juga menegaskan bahwa parlemen Indonesia siap membantu lewat jalur diplomasi antarparlemen.
"Kita DPR punya GKSB (Grup Kerja Sama Bilateral) dengan parlemen negara-negara lain. Kita akan manfaatkan itu. Kami berharap evakuasi berjalan lancar dan seluruh WNI dapat kembali dengan selamat," ujarnya.
Menurut Nico, selain evakuasi WNI, Indonesia perlu menggunakan kekuatan soft power diplomatik untuk mendorong terciptanya dialog dan menghentikan aksi militer kedua pihak.
Baca Juga: Hancurkan Jantung Markas Mossad, Iran Buktikan Intelijen dan Keamanan Israel Lemah
"Kekerasan dan perang bukan pilihan dalam menyelesaikan sengketa. Maka kita serukan agar perang segera dihentikan demi keselamatan warganya masing-masing dan demi memastikan stabilitas internasional tetap terjaga," katanya.
Lebih jauh, Nico menyebut berbagai opsi penyelesaian damai harus terus diperjuangkan seperti mediasi, konsiliasi, arbitrase, maupun forum internasional lainnya.
"Negosiasi dan dialog adalah satu-satunya jalan yang layak. Indonesia, melalui Kemlu dan DPR harus terus bergerak aktif untuk mewujudkan perdamaian di kawasan," imbuhnya.
Baca Juga: 23 Negara Kutuk Keras Serangan Israel terhadap Iran Sejak 13 Juni 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








