Fokusmaker Dukung Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional: Tokoh Kunci Pembangunan Indonesia

AKURAT.CO Dukungan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, kembali mencuat.
Kali ini, dukungan datang dari Badan Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker).
Ketua Umum Fokusmaker, Ali Ghiffar, menyatakan, Soeharto layak dianugerahi gelar tersebut atas kontribusinya yang besar dalam perjuangan, stabilisasi, dan pembangunan bangsa pasca kemerdekaan.
“Kami menilai Jenderal Besar H.M. Soeharto adalah sosok yang berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, sekaligus tokoh utama dalam mengisi kemerdekaan lewat pembangunan nasional,” ujar Ali dalam keterangannya, Selasa (29/4/2025).
Ia menyoroti keberhasilan Soeharto dalam memulihkan keamanan nasional pasca tragedi G30S/PKI serta menstabilkan negara di tengah krisis global pada masa Perang Dingin.
“Beliau tidak hanya sukses mengamankan situasi nasional pasca G30S/PKI, tetapi juga membawa Indonesia tetap stabil di tengah gejolak dunia,” tambah Ali.
Baca Juga: Status Pro Sport Pioner Penghubung PSSI dengan KNVB
Ia juga menyinggung kiprah Soeharto sebagai Panglima Komando Mandala dalam operasi militer pembebasan Irian Barat.
Fokusmaker menilai rekam jejak Soeharto layak dikaji secara objektif, tak hanya dari sisi kontroversi, tetapi juga pencapaiannya yang membentuk fondasi pembangunan ekonomi Indonesia.
Sebagai informasi, gelar Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari negara atas jasa luar biasa seseorang dalam memperjuangkan dan membangun Indonesia.
Merespons wacana ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terbuka terhadap usulan pemberian gelar kepada mantan presiden.
“Menurut kami, para mantan presiden itu sudah sepantasnya mendapat penghormatan. Jangan hanya melihat kekurangannya, tapi juga prestasi dan jasa-jasa besarnya,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Senin (2/4/2025).
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto pun berulang kali menegaskan pentingnya menghormati jasa para pendahulu bangsa. “Kita sampai di titik ini juga karena fondasi yang telah dibangun oleh mereka,” pungkasnya.
Baca Juga: Haji Backpacker yang Tidak Gunakan Visa Resmi Sah Secara Syariat, tapi Begini Konsekuensinya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







