AKURAT.CO, Status Pro Sport menjadi pioner dalam menghubungkan ekosistem sepakbola Indonesia dengan industri.
Status Pro Sport terus memperkuat perannya sebagai jembatan strategis yang memadukan passion olahraga dengan nilai bisnis, inovasi, dan keterlibatan komunitas.
"Meski baru hadir di Indonesia dan Belanda sejak 2021, melalui kolaborasi kreatif dan program terintegrasi, kami tidak hanya mengangkat kualitas pengalaman penggemar sepakbola, tetapi juga membuka peluang sinergi bagi brand untuk terlibat langsung dalam perkembangan sepakbola nasional maupun internasional," ujar co-founder dan Managing Director Status Pro Sport, Estafano van Aanholt.
Jejak langkah pertama Status Pro Sport di sepakbola Indonesia ini adalah menjadi penghubung antara dua federasi sepak bola, KNVB (Belanda) dan PSSI (Indonesia), sejak 2021.
Sebagai salah satu pencapaian pertama dan terbesar Status Pro Sport adalah menciptakan fan zone untuk timnas Belanda di jantung aktivitas olahraga di Jakarta, Senayan dengan tajuk Oranje Indonesia Festival selama Piala Dunia FIFA 2022.
Dengan menggelar layar tayang langsung pertandingan serta aktivitas interaktif, kolaborasi ini berhasil menyatukan ribuan suporter dalam atmosfer yang menawan.
Program ini tidak hanya memperkuat ikatan emosional antar-penggemar, tetapi juga menjadi wadah bagi brand lokal dan global untuk terhubung dengan audiens yang loyal.
Kemampuan Status Pro Sport dalam merancang dan mengeksekusi manajamen acara membuat agensi ini berkomitmen untuk terus menjadi katalisator pertumbuhan industri sepakbola Indonesia melalui inisiatif yang berkelanjutan dan inklusif.
Selain Oranje Indonesia Festival, sejumlah acara yang berhasil dibuat Status Pro Sport Indonesia antara lain kampanye experience adidas UEFA EURO 2024, Shopee Cup Trophy Tour, dan exclusive match screening Australia vs Indonesia bersama Volvo dan The Time Place.
Selain manajemen acara, Status Pro Sport Indonesia juga memiliki visi dalam membangun personal brand atlet yang multidimensional Hingga akhir kuartal pertama 2025, deretan pesepak bola sebagai klien sekaligus talent utamanya.
Thom Haye, Shayne Pattynama, dan Asnawi Mangkualam, menjadi nama-nama baru yang bergabung ke agensi ini mengikuti jejak Marc Klok, Sandy Walsh, Kadek Arel, Ilija Spasojevic, Bagas Kaffa, Tito Wiratama, dan Sabreena Dressler.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









