Akurat Logo

146,48 Juta Orang Diprediksi Akan Mudik Lebaran 2025, Kemenhub Siapkan Kebijakan Khusus

Citra Puspitaningrum | 15 Maret 2025, 20:39 WIB
146,48 Juta Orang Diprediksi Akan Mudik Lebaran 2025, Kemenhub Siapkan Kebijakan Khusus

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) telah melakukan survei terkait potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran tahun 2025.

Berdasarkan survei yang bekerja sama dengan Litbang Kompas, diperkirakan pergerakan masyarakat pada tahun ini mencapai 146,48 juta jiwa atau sekitar 52 persen dari total penduduk Indonesia.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan, hasil survei tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan pihak-pihak terkait, termasuk DPR, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, kepolisian, BUMN, serta sektor swasta.

"Survei ini menunjukkan bahwa pergerakan masyarakat akan sangat besar, sehingga kami telah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan perjalanan mudik dan balik Lebaran berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman," ujar Menhub Dudy, Sabtu (15/3/2025).

Untuk mengantisipasi potensi lonjakan pemudik, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan khusus, seperti penerapan Work from Anywhere (WFA), program mudik gratis, rekayasa lalu lintas, dan pengaturan jalur di daerah-daerah rawan macet.

Baca Juga: Tony Popovic Ingin Timnas Australia Lolos Otomatis, Kejar Tiga Poin Lawan Indonesia

"Kami berupaya agar simpul transportasi dan ruas jalan, baik tol maupun arteri, tidak mengalami kepadatan yang mengganggu kelancaran arus mudik dan balik," ucapnya.

Survei tersebut juga memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025 dengan pergerakan mencapai 12,1 juta orang.

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+5 atau 6 April 2025 dengan jumlah pemudik mencapai 31,49 juta orang.

Sejumlah daerah asal yang menyumbang pergerakan terbesar adalah Jawa Barat (30,9 juta orang), Jawa Timur (26,4 juta orang), dan Jawa Tengah (23,3 juta orang).

Adapun daerah tujuan terbanyak meliputi Jawa Tengah (36,6 juta orang), Jawa Timur (27,4 juta orang), dan Jawa Barat (22,1 juta orang).

Dalam hal moda transportasi, mobil pribadi menjadi pilihan utama dengan jumlah pemudik diperkirakan mencapai 33,69 juta orang. Disusul oleh bus (24,76 juta), kereta api (23,58 juta), pesawat (19,77 juta), dan sepeda motor (12,74 juta).

Kepadatan diprediksi terjadi di ruas tol Trans Jawa dan jalur arteri, terutama di titik-titik keberangkatan dan kedatangan utama.

Baca Juga: Cegah Kecurangan Makin Marak, Pemerintah Harus Segera Bayar Utang Rafaksi Minyak Goreng

Untuk angkutan jalan, Terminal Purabaya Surabaya diprediksi menjadi yang terpadat dengan 1,08 juta orang, sedangkan Stasiun Pasar Senen Jakarta akan menjadi yang terpadat untuk jalur kereta api dengan 4,08 juta orang.

Sementara itu, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar diprediksi menjadi yang terpadat untuk angkutan udara dengan 1,6 juta orang, sementara Bandara Juanda Surabaya menjadi bandara tujuan terpadat.

"Pemerintah berkomitmen memastikan angkutan Lebaran berlangsung aman dan terkendali. Kami juga akan mengoptimalkan Pusat Informasi Transportasi yang beroperasi 24 jam untuk memantau pergerakan di semua moda transportasi," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.