Akurat Logo

Jelang Ramadan 2025, Pemerintah Harus Pastikan Harga Pangan Stabil

Paskalis Rubedanto | 26 Februari 2025, 17:53 WIB
Jelang Ramadan 2025, Pemerintah Harus Pastikan Harga Pangan Stabil

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman, berharap pemerintah benar-benar mengantongi rencana yang matang dalam menjaga stabilitas harga sembako menjelang bulan Ramadan 2025.

"Ramadan dan Lebaran itu suatu hal yang rutin karena setiap tahun, tentu kami berharap dengan pengalaman-pengalaman yang sudah dilalui pemerintah tentu lebih siap sedia, yang pasti itu kan kebutuhan pangan akan masyarakat meningkat selama Ramadan dan Lebaran. Untuk itu berarti, yang pasti harus dijaga itu adalah stabilitas harga," kata Alex di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Untuk memastikan stok pangan, Alex bersama jajaran Komisi IV DPR pun sudah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir. Hasilnya, seluruh cadangan sembako untuk persiapan Ramadan dan Lebaran dapat dipastikan aman.

Baca Juga: Pemerintah Awasi Ketat Harga Pangan Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025

Tak hanya itu, dia juga sudah menerima laporan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) jika bahan cadangan sembako cukup. Bahkan, kesediaan stok pangan itu tersedia untuk melakukan operasi murah.

"Itu untuk menstabilkan harga, saya rasa bulan Ramadan ini harus menjadi momentum untuk pemerintah bekerja lebih baik lagi sebenarnya daripada tahun sebelumnya. Seperti yang saya sampaikan ini adalah hal yang rutin yang kita lalui setiap tahun," tegasnya.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu menilai, operasi murah menjadi salah satu cara terbaik dari pemerintah untuk menyelesaikan sementara kesediaan stok pangan selama Ramadan dan Lebaran. Sekalipun, operasi pasar tidak menyelesaikan mekanisme penyediaan stok sembako secara menyeluruh.

"Hanya untuk bulan Ramadan ini memang mekanismenya yang kita lihat ya salah satunya operasi pasar tadi karena meningkatnya kebutuhan, sistem pasar itu selagi kebutuhannya meningkat harga pasti naik. Itu resep yang jitu lah untuk mengatasi gejolak harga pangan di bulan Ramadan," urainya.

Alex juga menuturkan, dari kunjungan kerja Komisi IV DPR, didapatkan data bahwa kesediaan beras menjelang Ramadan dan Lebaran surplus atau aman. Dia bahkan menekankan, bahwa Indonesia tidak akan mengalami kesulitan dalam sektor beras.

Baca Juga: Stabilisasi Harga Pangan Jelang Ramadan, Pemerintah Siapkan Operasi Pasar

Dia juga menegaskan, jika Indonesia sebenarnya sudah bisa disebut dengan negara swasembada beras. Menurutnya, persoalan beras hanya harga yang naik turun sesuai musimnya.

"Kalau saat musim panen otomatis harganya jadi turun, namanya produksinya melimpah, jadi boleh kita katakan kita ini sudah swasembada beras, kenapa pemerintah mengimpor, yang saya baca dari data yang disajikan kita itu mengimpor bila pemerintah menetapkan cadangan beras, ketika pemerintah harus menyiapkan cadangan beras yang dikelola oleh Bulog dan tidak bisa menyerap beras dari petani maka itu lah yang dilakukan mekanisme impor," ujar dia.

Untuk itu, Alex berharap tahun ini tidak ada impor beras yang dilakukan pemerintah. Mengingat, dari catatan Komisi IV DPR panen beras tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Oleh karena itu, seharusnya pemerintah tidak mengimpor beras, itu dari sisi beras," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.