Menteri ESDM Ungkap Banyak yang Oplos Gas LPG, Rugikan Negara hingga Puluhan Triliun

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkap banyak oknum pemain culas yang mengoplos gas LPG dan merugikan negara.
Dia mengatakan, gas LPG banyak yang dioplos dengan dikurangi isinya untuk kemudian dipindahkan ke tabung gas lain dan dijual kembali.
"Itu dioplos minta ampun gas 3 kg. Yang diambil dioplos ke tabung 12 kg, kemudian dijual ke industri itu rata-rata 5-10 persen bocoran," kata Bahlil dalam pidatonya dalam Rakernas Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (8/2/2025).
Baca Juga: Kementerian ESDM Bakal Beri Tugas Tambahan ke BPH Migas, Awasi Distribusi LPG 3 Kg
"Sudah begitu lagi harga LPG itu coba cek benar enggak 3 kg. Ada yang cuma 2,5 kg. Ada yang cuma 2,4 kg," tambahnya.
Dia menyebut, terdapat tiga potensi kebocoran gas LPG, yakni dari harga, oplos, dan volume isi gas LPG. Sehingga, membuat subsidi yang diberikan pemerintah tidak tepat sasaran.
"Rata-rata Kalau 25-30 persen yang bocor, subsidi tidak tepat sasaran, kali Rp87 Triliun. Itu sama dengan kurang lebih Rp25 Triliun negara memberikan subsidi yang tidak tepat sasaran. Dan ini dinikmati oleh sekelompok orang," ungkapnya.
Maka dari situlah, kebijakan yang dibuat hingga menimbulkan kontroversi kemarin merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menekan angka subsidi yang tidak tepat sasaran.
"Ini kemudian kita tidak abaikan. Bahwa Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan memerintahkan untuk memastikan agar LPG ataupun subsidi Itu tepat sasaran. Itulah kenapa kami membuat kebijakan ini Bapak-lbu semua," ujarnya.
Baca Juga: Bahlil Blak-Blakan soal LPG 3 Kg: Negara Rugi hingga Rp26 Triliun Akibat Distribusi Tak Terkontrol
"Sehingga kita pada frame yang sama dan ini merupakan bagian dari pada konsekuensi untuk menentukan yang bengkok-bengkok menjadi lurus," sambung Bahlil.
Dia menyatakan, tidak masalah jika dirinya dilempari batu oleh masyarakat akibat kebijakan-kebijakan tersebut. Karena dia merasa semuanya demi kepentingan bangsa dan negara.
"Saya tahu ini pemainnya pasti akan ribut lagi, tapi enggak apa-apa. Kita sebagai orang Timur, sekali layar berkembang pantang surut untuk balik. Ini untuk kebaikan rakyat Bapak-lbu semua. Dan inilah kesempatan kita Partai Gokar Untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak rakyat yang sesungguhnya itu," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen







