Prabowo Sudah Rancang Program MBG Sejak 2016, Berawal dari Keprihatinan Tingginya Angka Stunting

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, sudah merancang program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak tahun 2016. Hal ini bermula, ketika Prabowo prihatin dengan angka stunting pada saat itu.
"Program makanan bergizi gratis itu direncanakan, di gagas 18 tahun yang lalu. Ini bukan ide baru, ini ide yang saya bahas dengan pak Prabowo tahun 2006," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, dalam acara Natal Nasional Partai Gerindra di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2025).
Hashim mengatakan, ide Prabowo delapan tahun silam ingin memfokuskan susu sebagai asupan gizi dan dinamai revolusi putih. Namun seiring berjalan waktu, Prabowo menggagas makan bergizi gratis untuk anak-anak di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Badan Bank Tanah Siapkan 11 Titik Lokasi untuk SPPG
"Waktu itu idenya adalah susu sebagai bentuk asupan gizi. Namanya waktu itu revolusi putih, yang berubah namanya sekarang makanan bergizi gratis," ungkapnya.
"Tujuannya adalah pada saat nanti kita sudah sanggup dan mampu untuk memberikan semua yang diperlukan, kita Gerindra dan pemerintah akan memberikan setiap hari sepanjang tahun untuk 78 juta anak dan 4 juta ibu-ibu yang hamil," ujarnya menambahkan.
Hashim menyebut, Prabowo sempat menyoroti data stunting yang sangat besar terutama di daerah Timur Indonesia. Sehingga, harapannya program ini bisa menekan angka tersebut tahun ke tahunnya.
"Dia (Prabowo) sangat prihatin dengan data yang muncul waktu itu, yaitu 30 persen anak-anak di Indonesia di antaranya 56 persen di Nusa Tenggara Timur, juga di Papua, dan tempat-tempat lain, anak-anak menderita kondisi namanya stunting. Saya kira semua yang hari ini tahu stunting itu apa," ungkapnya.
Selain angka stunting yang tinggi, kakak kandung Prabowo itu juga menjelaskan, pihaknya prihatin dengan angka belasan juta anak yang lapar setiap harinya di sekolah karena orang tua yang kurang mampu.
Baca Juga: Mendagri: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Kesehatan dan Ekonomi Daerah
"Maka ini data dari pemerintah dua tahun lalu bahwa 41 persen anak sekolah di Indonesia masuk sekolah tiap hari lapar karena tidak sempat atau diberikan sarapan pagi, 41 persen dari 48 juta anak sekolah itu adalah kurang lebih 18 juta anak masuk sekolah tiap hari lapar, perutnya kosong karena orangtuanya begitu miskin," jelasnya.
Dia pun berharap, program Makan Bergizi Gratis ini bisa memberantas kelaparan di Indonesia dan memberdayakan anak-anak yang terlahir dari keluarga yang kurang mampu.
"Ini adalah tujuan kita tujuan kita adalah untuk memberantas kelaparan, dan kita berdayakan anak-anak miskin anak melarat yang tidak sempat makan tiap pagi," tutup Hashim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







