Muhaimin Iskandar: Tidak Ada Bansos Khusus Kenaikan PPN 12 Persen

AKURAT.CO Pemerintah tidak akan memberikan bantuan sosial (bansos) khusus untuk meredam dampak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen pada tahun depan.
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menjelaskan, kenaikan PPN dari 11 persen menjadi 12 persen sudah melalui pertimbangan matang.
Yang mana, pemerintah telah menyusun kebijakan agar dampaknya tetap terkendali tanpa perlu bansos tambahan.
Baca Juga: PAN Komentari Sikap PDIP Soal PPN 12 Persen: Berpolitik Harus Konsisten
"Tidak ada PPN ini kaitannya dengan bansos khusus. Karena dari 11 persen naik ke 12 persen itu betul-betul sudah diseleksi, mana yang boleh naik dan mana yang tidak," ujarnya, dikutip dari Headline News Metro TV, Kamis (26/12/2024).
Lebih lanjut, menurut Muhaimin, tambahan pendapatan dari kenaikan PPN akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, termasuk subsidi yang bertujuan melindungi masyarakat dan menjaga pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan, kebijakan ini diharapkan tetap mendukung daya beli masyarakat.
Baca Juga: Kenaikan PPN 12 Persen untuk Barang Mewah Disebut Akan Perkuat Program Pro Rakyat
Sekaligus memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah untuk melaksanakan program-program prioritas.
Muhaimin menekankan bahwa kenaikan PPN telah dirancang agar tidak membebani sektor-sektor esensial yang mempengaruhi kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 6Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel







