Viral Seorang Ibu Ajarkan Anak Boikot Produk Israel, Netizen Tersentuh: Pendidikan Moral Sejak Dini

AKURAT.CO Gerakan boikot produk-produk yang terkait dengan Israel memicu perubahan signifikan dalam perilaku konsumen.
Kini, konsumen menjadi lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih merek atau produk tertentu, terutama yang dianggap terkait dengan rezim Zionis.
Perubahan ini terlihat dalam sebuah video viral di TikTok dengan akun @dindaayucita, yang ramai dibicarakan oleh warganet.
Dalam video tersebut, seorang ibu rumah tangga terlihat berusaha membujuk putranya untuk tidak membeli biskuit merek asing saat mereka berbelanja di minimarket.
Sang ibu memperingatkan putranya bahwa produk tersebut terkait dengan Israel dan memintanya untuk mengembalikan biskuit itu ke rak.
Baca Juga: Kapan Pelaksanaan SKB CPNS 2024? Cek Jadwal dan Bobot Nilai di Sini!
“Itu produk Israel…,” kata ibu tersebut, dengan sabar menjelaskan kepada anaknya sambil tetap memegang keranjang belanja. “Pilih yang lain saja, Nak.”
Namun, sang anak tetap bersikukuh ingin membeli biskuit favoritnya. Sang ibu berusaha lagi mengambil hati anaknya dengan mengatakan,
“Taruh lagi, Nak. Ini produk Israel. Di sekolah kamu kan sudah diajarin kalau enggak boleh dukung Israel.”
Meskipun akhir dari kejadian dalam video tersebut tidak sepenuhnya jelas, unggahan dari akun @dindaayucita (https://vt.tiktok.com/ZSjY6hAm3/) telah disaksikan lebih dari lima juta penonton dan mendapat respons positif dari warganet.
Mayoritas warganet memberikan simpati kepada ibu tersebut yang sabar mengajarkan anaknya tentang gerakan boikot terhadap produk pro-Israel.
Baca Juga: Berapa Gaji PNS 2024 untuk Golongan I Hingga IV? Berikut Rinciannya
“Jangan ya, Dek, masih banyak jajanan yang lain,” tulis seorang netizen di kolom komentar.
“Ibunya sabar banget, kalau saya mungkin sudah ikut ‘tantrum’,” komentar lainnya.
Salah satu produk yang sering disorot dalam gerakan boikot ini adalah biskuit merek Oreo, yang dimiliki oleh Mondelez, perusahaan makanan dan minuman asal Amerika Serikat dengan jaringan produksi dan distribusi global, termasuk di Indonesia.
Mondelez diketahui memiliki investasi signifikan di Israel, yang menjadikan produk-produknya sasaran boikot dalam setahun terakhir.
Selain Oreo, gerakan boikot di berbagai negara juga menargetkan produk populer lainnya dari perusahaan Amerika Serikat, seperti Starbucks, KFC, McDonald's, dan produk keluaran Nestle.
Boikot tersebut merupakan bentuk protes global terhadap kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah, terutama dukungannya terhadap Israel.
Diketahui, dukungan finansial dan persenjataan dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa telah berkontribusi pada konflik di Gaza dan, belakangan ini, di Lebanon, yang telah menyebabkan korban jiwa lebih dari 50.000 orang sejak Oktober tahun lalu.
Baca Juga: Menteri Kebudayaan Prioritaskan Pengakuan Dunia terhadap Budaya Asli Indonesia
Direktur Eksekutif Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI), Ahmad Himawan, menyatakan, boikot adalah langkah realistis bagi umat Muslim Indonesia untuk membantu perjuangan Palestina dan umat Muslim di Timur Tengah.
“Hal yang paling mudah dilakukan umat Muslim dalam mendukung Palestina adalah dengan memboikot produk pro-Israel. Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa, jadi umat Islam tidak perlu lagi ragu,” ujar Himawan.
Pada November 2023, MUI mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang “Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.”
Fatwa tersebut mendorong umat Islam untuk “semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme.”
Baca Juga: Mendikdasmen Bakal Terapkan Pendidikan Matematika dan Sains Sejak Taman Kanak-kanak
Rekomendasi ini diperkuat oleh Fatwa MUI No. 14/Ijtima’ Ulama/VIII/2024 tentang Prioritas Penggunaan Produk dalam Negeri, di mana lembaga tersebut mendorong umat Muslim untuk mendukung ekonomi nasional dengan mengonsumsi produk lokal dan menghindari produk yang terafiliasi dengan Israel atau diimpor langsung dari negara tersebut.
Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Muhammad Cholil Nafis, juga mengingatkan bahwa mendukung kemerdekaan Palestina merupakan bagian dari tanggung jawab moral umat Islam.
“Umat Islam harus terus membantu warga Palestina, baik melalui doa maupun tindakan nyata seperti memboikot produk pro-Israel,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 8Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









