"Badan POM akan bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional untuk memonitoring, karena semua yang berkaitan food security itu bagian dari BPOM," kata Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, di sela kunjungan kerja di Makassar.
Dia mengatakan, berdasarkan peraturan sebelumnya, maka pihaknya akan memantau, karena tidak ingin terjadi kejadian luar biasa.
Makan Bergizi Gratis untuk siswa SD dan SMP atau sederajat menjadi program unggulan pasangan capres Prabowo-Gibran pada kontestasi Piplres 2024.
"Kewajiban kami memantau, jangan sampai ada anak-anak kita mengalami keracunan, kita akan berbuat bersama-sama memonitoring dan mencegah bersama dengan Badan Gizi Nasional," kata Taruna Ikrar.
Sementara, terkait dengan jajanan anak sekolah yang tidak higienis, Kepala BPOM mengatakan, saat ini tengah membahas Peraturan Kepala Badan yang berhubungan dengan GGL (Gula, Garam dan Lemak).
BPOM dan Badan Gizi Pantau Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis
Mukodah | 27 Oktober 2024, 07:38 WIB

Baca Juga: Semua WNI di Iran dalam Kondisi Aman
Menurut dia, pentingnya GGL diatur karena ternyata makanan yang siap saji ataupun makanan dalam kemasan yang menjadi salah satu penyebab sekarang jumlah kematian dalam setiap 100 orang di Indonesia 73 orang meninggal, karena penyakit non-infeksi.
"Dan salah satu penyebab non infeksi berdasarkan WHO adalah cara makan GGL. Karena itu kita akan kuatkan peraturan yang sudah diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 28 oleh Undang-Undang Kesehatan jadi kita akan mengarah ke sana," jelasnya, dikutip dari Antara (Minggu, 27/10/2024).
Menurut dia, pentingnya GGL diatur karena ternyata makanan yang siap saji ataupun makanan dalam kemasan yang menjadi salah satu penyebab sekarang jumlah kematian dalam setiap 100 orang di Indonesia 73 orang meninggal, karena penyakit non-infeksi.
"Dan salah satu penyebab non infeksi berdasarkan WHO adalah cara makan GGL. Karena itu kita akan kuatkan peraturan yang sudah diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 28 oleh Undang-Undang Kesehatan jadi kita akan mengarah ke sana," jelasnya, dikutip dari Antara (Minggu, 27/10/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






