Puan Maharani di Gala Dinner IAPF: Babak Baru Hubungan Indonesia-Afrika

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyambut para delegasi dari Indonesia-Africa Parliamentary Forum (IAPF) dalam acara jamuan makan malam atau gala dinner di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, pada Sabtu (31/8/2024) malam.
Dalam sambutannya, Puan menyatakan harapannya agar forum parlemen antara Indonesia dan negara-negara Afrika ini menjadi awal baru dalam hubungan kerja sama yang lebih erat.
"Dengan jamuan makan malam ini, saya berharap menjadi babak baru atau pembuka lembaran baru hubungan kerja sama Indonesia dengan negara-negara Afrika," ujar Puan dalam pidatonya.
Rangkaian kegiatan ini dihadiri oleh seluruh delegasi dari negara-negara Afrika. Acara IAPF sendiri akan berlangsung hingga 2 September 2024 di Bali, dengan tema ‘Memperkuat Kemitraan Parlemen Indonesia-Afrika untuk Pembangunan’.
Baca Juga: Bertemu di CFD, Pramono-Rano Puji Kinerja Anies Selama Pimpin Jakarta
Melalui perhelatan ini, DPR RI ingin membangun kemitraan yang lebih kuat antar-parlemen, guna memperluas hubungan yang inklusif antara Indonesia dan Afrika.
"Kami merasa senang dapat berkumpul di Bali, sebuah pulau yang terkenal dengan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia di mata internasional," kata Puan, yang juga merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI.
Gala dinner yang diselenggarakan di taman pinggir pantai Nusa Dua ini berlangsung meriah namun hangat. Para delegasi menikmati suasana malam di Pulau Dewata sambil disuguhkan makanan tradisional dan pertunjukan budaya Indonesia.
"Di sinilah budaya tradisional berpadu dengan budaya modern," jelas Puan.
Acara jamuan makan malam ini dihadiri oleh seluruh delegasi dari parlemen negara-negara Afrika, di antaranya Algeria, Angola, Benin, Burundi, Djibouti, Eswatini, Ghana, Kenya, Malawi, Mauritius, Morocco, Nigeria, Tanzania, Tunisia, Zimbabwe, Ethiopia, Libya, Mozambique, Somalia, dan South Africa.
Baca Juga: Prabowo akan Sediakan Anggaran Khusus untuk Pemberantasan dan Pengejaran Koruptor
Puan mengingatkan bahwa hubungan antara Indonesia dan negara-negara Afrika memiliki sejarah panjang, yang dimulai dari Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955. Ia menegaskan pentingnya membangun hubungan yang saling menguntungkan, menghormati keberagaman, dan berdasarkan pada prinsip kesetaraan.
"Persaudaraan dan solidaritas bangsa Asia dan Afrika telah dipupuk sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) sekitar 69 tahun lalu. Untuk itu, kita harus membangun hubungan yang saling menguntungkan, saling menghormati, saling menghargai keberagaman, dan berdasar kesetaraan," tutur Puan.
Lebih lanjut, Puan menjelaskan bahwa kesetaraan berarti tidak ada satu pihak yang mendominasi hubungan tersebut, melainkan semua pihak harus berkontribusi secara setara dan saling menguntungkan.
"Suatu kebahagiaan bagi kami dapat merayakannya bersama rekan-rekan dan sahabat-sahabat kami yang kami hormati di sini, sehingga dapat mempererat persahabatan yang lebih dalam antara Indonesia dan Afrika," paparnya.
Di akhir sambutannya, Puan berharap para delegasi dapat menikmati hidangan yang disajikan dan membawa kesan baik dari Indonesia.
Ia juga berharap perhelatan IAPF akan berjalan dengan lancar dan menghasilkan hubungan yang lebih kokoh antara parlemen Indonesia dan Afrika.
"Saya mendoakan keberhasilan pertemuan besok dan persahabatan parlemen kita yang semakin kokoh," tutup Puan.
Pada kesempatan tersebut, Puan juga melakukan penandatanganan perangko Indonesia-Africa Parliamentary Forum.
IAPF diselenggarakan sebagai rangkaian dari Forum Tingkat Tinggi (FTT) Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 yang digelar oleh Pemerintah Indonesia di Nusa Dua, Bali, pada 1-3 September 2024.
Baca Juga: Prabowo: Belajar Kepemimpinan Sejati dari Jokowi, Rival yang Jadi Guru
Forum ini akan dihadiri oleh sekitar 855 peserta dari berbagai negara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan hadir dalam acara ini.
FTT Indonesia-Afrika juga berlangsung bersamaan dengan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multi-pihak (High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships), sebuah kerja sama antara Kementerian Luar Negeri dan Bappenas.
Total peserta yang diharapkan mencapai 1.500 delegasi dari negara-negara Afrika serta negara Global South lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







