AKURAT.CO Indonesia diyakini bisa mengantisipasi krisis pangan akibat perubahan iklim yang ekstrem.
Demikian dikatakan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/8/2024).
"Insya Allah, mudah-mudahan bisa kita atasi dan mitigasi segala dampak yang ditimbulkan akibat iklim yang ekstrem, perubahan iklim El Nino dan kekeringan. Overlapping keduanya tahun ini Insya Allah bisa kita hadapi," jelasnya.
Kementan juga melakukan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi krisis pangan, seperti program pompanisasi dan optimasi lahan.
"Intinya sektor pangan kita melakukan akselerasi dan berikan solusi cepat pompanisasi dan optimasi lahan. Kemudian benih unggul, alsintan (alat dan mesin pertanian). Itu solusi cepat atasi masalah pangan," jelas Mentan, diberitakan Antara.
Baca Juga: Mimpi Besar Nathan Tjoe A On Bawa Lolos Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
Diketahui, Kementan mengakselerasi percepatan produksi tanaman padi guna memastikan ketersediaan dan ketahanan pangan yang memadai demi mengantisipasi krisis pangan.
"Saat ini kami semua turun ke lapangan. Semua pejabat yang ada di Kementerian Pertanian, staf-staf di Kementerian Pertanian turun ke lapangan. Kami lagi berfokus untuk bisa meningkatkan produksi pangan," kata Kabiro Humas dan Informasi Publik Kementan, Arief Cahyono.
Ia menyampaikan bahwa akselerasi percepatan tanam padi dilakukan dengan berbagai upaya, termasuk peningkatan efisiensi, teknologi dan dukungan kepada petani,
Arief mengungkapkan bahwa saat ini jajaran Kementan sedang bekerja keras untuk meningkatkan produksi beras di seluruh sentra produksi, sehingga mencapai swasembada pangan dan menjadi lumbung pangan dunia.
Untuk menghadapi ancaman kelaparan global, Kementan melakukan berbagai langkah strategis, antara lain percepatan program perluasan areal tanam (PAT), mengembalikan alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton, optimalisasi program pompanisasi dengan 62.378 unit pompa air dan 9.904 irigasi perpompaan.
Baca Juga: Stephanie Gugat Ibu ke Penjara, Tawaran Damai dan Notaris Bermasalah Jadi Sorotan
Kemudian optimasi lahan rawa yakni 360.000 hektare dan tumpangsari padi gogo pada tanaman kelapa sawit di 300 ribu hektare serta memberikan bantuan benih padi sebanyak 1,9 juta hektare dan benih jagung sebanyak 790 ribu hektare.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







