Urgensi Sekolah Kepemimpinan untuk Mencetak Pemimpin yang Sigap Hadapi Perubahan Lingkungan Strategis

AKURAT.CO Kepemimpinan baru di era digital mengalami kegagalan dalam menghubungkan antara aspek kontrol otoritas dengan kemampuan berdialog dan berkomunikasi, sehingga menyebabkan adanya gap kepercayaan antara pimpinan dan bawahan.
Dalam survei yang dilakukan oleh gallup menyatakan bahwa hanya 23 persen pegawai yang percaya pada pemimpinnya, sementara itu hal lain juga ditemukan dalam survei yang dilakukan forbes yang menyatakan bahwa hanya 22 persen pemimpin yang percaya pada anak buahnya atau bawahannya.
Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Taufiq, DEA saat memberikan sambutan dalam Upacara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LX Tahun 2024, di Auditorium Makarti Bhakti Nagari, ASN Corporate University, Selasa (23/4/2024).
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Lawan Korea Selatan, Ini Respons Irit Bicara Shin Tae-yong
“Menyikapi kondisi ini diperlukan adanya cara-cara baru kepemimpinan yang mengedepankan pada aspek pembelajaran pemimpin untuk mengelola resources, membangun kebersamaan dan kepercayaan, serta melakukan berbagai terobosan baru untuk memecahkan kebuntuan dalam organisasi. Maka dalam hal ini sekolah kepemimpinan memiliki peranan penting dalam mengakomodir gap kepercayaan tersebut," kata Taufiq.
Dalam kesempatan ini, Muhammad Taufiq menjelaskan, ada 5 level kepemimpinan, level pertama adalah leader by position, seorang pemimpin diakui kepemimpinannya dikarenakan posisi dan kedudukannya sebagai seorang pemimpin dalam organisasi.
Kedua, leader by permission, yaitu pada level ini terdapat hubungan baik antara pemimpin dan bawahan dan saling menikmati bekerjasama dalam organisasi tersebut.
Taufiq melanjutkan, level kepemimpinan ketiga adalah leader by production, level ini seorang pemimpin telah memiliki pengalaman, capaian dan kredibilitas yang dapat menjadi panutan bagi mereka yang mengikutinya.
Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan Sudah Membusuk di Apartemen Tebet, Diduga Tewas Karena Penyakit
Selanjutnya, level keempat adalah people development, pada level ini para anggota mengikuti pemimpin dikarenakan kemampuannya dalam membuka kesempatan bagi bawahan untuk berkembang lebih baik lagi.
Dan level terakhir, ungkapnya adalah pinnacle, para anggota mengikuti pemimpin didasarkan pada kepribadian dan reputasi dalam mengembangkan potensi anggota dan organisasinya ke arah yang lebih baik.
“Oleh karenanya, esensi sekolah kepemimpinan amat dibutuhkan dewasa ini, karena pada dasarnya leaders are made, kepemimpinan dibentuk sedemikian rupa dari berbagai pembelajaran secara terus menerus mengenai bagaimana memimpin sebuah perubahan dalam organisasi," ujarnya.
Taufiq menambahkan, dalam perkembangan teknologi saat ini seorang pemimpin memiliki tantangan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan, serta memanfaatkan peluang untuk melakukan inovasi dan transformasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Baca Juga: Indodana Finance dan Bank BCA Jalin Kerja Sama Pembiayaan
Sementara itu dalam laporan penyelenggaraan, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi, Dr. Basseng, M.Ed menyampaikan, PKN Tingkat I angkatan LX kali ini mengangkat tema 'Penguatan peran Kepemimpinan Nasional dalam Transformasi Tata Kelola Pemerintahan untuk Mewujudkan Visi Indonesia 2029', tema ini dinilai penting karena kepemimpinan memainkan peran krusial dalam proses transformasi organisasi.
Dalam laporannya ia menambahkan, PKN Tingkat I angkatan LX ini diikuti oleh 40 peserta yang dilaksanakan dengan metode blended learning dengan memadukan pembelajaran secara klasikal dan nonklasikal dan mengedepankan experiential learning di tempat kerja masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








