Akurat Logo

FKPT dan Duta Damai Perlu Perkuat Sinergi Bangun Kewaspadaan Terhadap Terorisme

Mukodah | 3 Februari 2024, 21:05 WIB
FKPT dan Duta Damai Perlu Perkuat Sinergi Bangun Kewaspadaan Terhadap Terorisme

AKURAT.CO Pencegahan paham radikal terorisme menjadi tugas semua pihak.

Pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tidak mungkin bekerja sendiri untuk menanggulangi paham kekerasan tersebut.

Untuk itu, perlu terus dibangun public resilience terhadap ideologi radikal terorisme.

Hal itu dikatakan Kepala BNPT, Komjen Rycko Amelza Dahniel, dalam silaturahmi dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan Duta Damai Jawa Barat di Bandung, Jumat (2/2/2024).

"Pencegahan paham radikal terorisme adalah tugas semua pihak dan mustahil diwujudkan jika BNPT bekerja sendirian. Maka FKPT dan Duta Damai dalam hal ini adalah perpanjangan BNPT di daerah-daerah," jelasnya.

Kepala BNPT mengingatkan soal domain kerja FKPT dan Duta Damai di wilayah pencegahan yaitu membangun kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi dan deradikalisasi.

Ia menggarisbawahi potensi radikalisasi yang masif menyasar tiga pihak yaitu remaja, perempuan dan anak-anak.

Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan Mitra Deradikalisasi, BNPT Bersinergi dengan PT SMI

Tiga pihak ini dinilai rentan menyusul strategi propaganda paham radikal terorisme yang berganti dari yang awalnya menggunakan hard approach secara offline berubah menjadi soft approach di platform-paltform media online.

Menurut Kepala BNPT, kasus zero terrorist attack di tahun kalender 2023 tidak bisa dijadikan landasan untuk mengatakan bahwa Indonesia sudah aman dari ancaman kelompok-kelompok radikal terorisme.

Remaja, perempuan dan anak-anak sangat mudah dibujuk menggunakan narasi yang dibalut jubah dan atribut-atribut keagamaan.

"Mereka (kelompok radikal terorisme) menggunakan tokoh-tokoh agama primordial untuk menyebar propaganda. Tokoh-tokoh ini efektif menciptakan rasa percaya pada masyarakat sehingga paham yang diyakininya benar," tutur mantan Kapolda Jawa Tengah dan Sumatra Utara itu.

Dalam konteks inilah, sinergi antara FKPT dan Duta Damai perlu dikuatkan dan diintensifkan. Melalui program-programnya, FKPT dan Duta Damai perlu bekerja sama untuk membangun public resilience terhadap ideologi radikal terorisme dengan membangun awareness di tengah masyarakat terhadap ideologi ini.

Pascamendengarkan paparan program-program dari FKPT dan Duta Damai, Kepala BNPT menegaskan soalnya perlunya sinergi program antara dua pihak. Duta Damai memiliki pasar Gen Z dan milenial yang masif dan FKPT mempunyai kapasitas intelektual yang baik.

Sinergitas itu misalnya diwujudkan dalam bentuk seminar online yang dikelola oleh Duta Damai.

Baca Juga: BNPT Berkomitmen Ciptakan Pesta Demokrasi yang Aman dan Damai

"Duta Damai sudah punya akun IG (Instagram), nah silakan FKPT bidang keagamaan mengisi live IG dengan kajian keagamaan dalam rangka kontra radikalisasi," kata Kepala BNPT.

"Nanti Bapak buat IG supaya pesan perdamaian bisa menjangkau kalangan yang lebih luas," sambungnya.

Upaya-upaya ini adalah bentuk edukasi kepada publik dan upaya pencegahan dini. Edukasi merupakan kata kunci untuk memberantas sel-sel jaringan terorisme.

Mengutip Malala Yousafzai, Kepala BNPT menegaskan senjata saja tidak bisa menghapuskan terorisme, ia hanya akan memberantas pelaku teror. Edukasilah yang dapat membunuh terorisme.

Menurutnya, pelaku teror adalah kriminal yang menganggap apa yang dilakukannya benar. Berbeda dengan pelaku korupsi, pembunuhan atau perampokan yang mengetahui bahwa perbuatan yang dilakukannya salah, teroris yang menggunakan jubah agama selalu merasa bahwa apa yang dilakukannya bukanlah kesalahan karena itu adalah mandat agama.

Kepala BNPT menuturkan bahwa kelompok radikal terorisme bisa merusak karakter toleran yang ada pada remaja.

Dengan atribut agama, mereka merubah mereka menjadi intoleran pasif, kemudian menjadi intoleran aktif, lalu akhirnya terpapar.

Puncaknya, paham radikal terorisme akan menjadi dogma yang mendasari seseorang berbuat apapun tanpa rasa bersalah karena itu merupakan perintah agama.

Menyambut pesta demokrasi yang tinggal satu pekan lagi, Kepala BNPT menyatakan perlunya kolaborasi Duta Damai dan FKPT bersama BNPT untuk membuat kampanye tentang pemilu damai dan antikekerasan.

"Jangan berhenti berinovasi dalam menyuarakan narasi perdamaian dan kasih sayang sebagai counter ideologi radikal terorisme," pungkasnya.

Di kesempatan sama, Direktur Pencegahan BNPT, Prof. Dr. Irfan Idris, mengungkapkan bahwa teroris adalah small group tapi big plan. Ia menegaskan untuk tidak memberi panggung pada narasi radikal terorisme di media maya, sebaliknya narasi perdamaian perlu diperbanyak sebagai upaya kontra radikalisasi.

"Butuh banyak resonansi untuk meng-counter narasi teroris," tuturnya.

Dalam keterangan BNPT yang diterima di Jakarta, Sabtu (3/2/2024), silaturahmi Kepala BNPT dengan FKPT dan Duta Damai turut dihadiri Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Roedy Widodo; Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Irjen Ibnu Suhaendra; Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat, Kolonel (Sus) Harianto, dan jajaran staf BNPT lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK