Jadi Program Prioritas Prabowo-Gibran, Apa Arti dari Hilirisasi?

AKURAT.CO Melanjutkan hilirisasi menjadi salah satu program prioritas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut dua, Prabowo-Gibran. Dalam debat Cawapres keempat pada Minggu (21/1/24), Gibran kembali menyinggung soal hilirisasi saat menyampaikan pernyataan penutupnya dalam segmen terakhir debat.
Hilirisasi, menurut Gibran, dapat menjadi solusi dalam mengeluarkan Indonesia dari middle-income trap. Hilirisasi dinilai dapat meningkatkan nilai tambah dalam negeri serta membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya.
Baca Juga: Hilirisasi Digital Prabowo-Gibran Solusi Cemerlang Hadapi Era Baru
Selain itu, Gibran menyampaikan bahwa tantangan kekinian seperti permasalahan iklim membutuhkan solusi zaman now. Dalam hal ini menurutnya, terdapat beberapa tantangan seperti bagaimana mencari titik tengah, titik keseimbangan, melanjutkan hilirisasi dengan tetap wajib menjaga lingkungan. Kemudian meningkatkan produktivitas pertanian dan sektor maritim dengan tetap menjaga keseimbangan alam.
Lantas, apa arti dari hilirisasi?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Hilirisasi berasal dari kata penghiliran yang berarti perbuatan untuk melakukan pengolahan bahan baku menjadi barang siap pakai.
Dikutip dari situs resmi Kementerian Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi, Hilirisasi adalah suatu proses transformasi ekonomi berkelanjutan di mana kebijakan industrialisasi berbasis komoditas bernilai tambah tinggi, menuju struktur ekonomi yang lebih kompleks.
Di Indonesia, hilirisasi marak digaungkan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia itu menekankan bahwa kegiatan ekspor bahan mentah jangan sampai dilakukan kembali, sebab negara tidak akan mendapatkan nilai tambah. Jika hilirisasi dilakukan, produk yang dihasilkan dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan menjual bahan mentah.
Baca Juga: Ekonom: Hilirisasi Mulai Berdampak Positif pada Neraca Perdagangan Indonesia
Sedangkan untuk program hilirisasi di Indonesia pada saat ini masih berfokus pada hilirisasi bahan tambang. Sejak Januari tahun 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan ekspor nikel mentah dan dinilai telah berhasil dilakukan. (Diana Aslamiyyah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








