Ini Produk Dalam Daftar Target Boikot BDS, Tidak Ada Danone

AKURAT.CO Gerakan BDS Indonesia yaitu Boikot, Divestasi dan Sanksi terhadap Israel, yang merupakan bagian dari Palestinian BDS National Committee (BNC), menyerukan publik untuk menghentikan pembelian produk dari perusahaan besar yang terlibat dalam mendukung serangan Israel ke Palestina.
Gerakan BDS Indonesia merilis daftar brand atau produk yang menjadi target boikot utama dan brand yang memerlukan tekanan sosial agar tidak mendukung Israel.
Brand-brand itu terdiri dari AXA, Puma, Hewlett Packard (HP) dan Siemens. Kemudian Domino's Pizza, Starbucks, Burger King, Papa John's Pizza, Pizza Hut, Mcdonalds, Carrefour, Grup Nestle, P&G, Kraft, Coca-Cola, Pepsico, Johnson & Johnson, Unilever, MARS, Kellogg's, Disney dan L'Oréal.
Produk Danone tidak ada dalam daftar boikot BDS Indonesia.
Danone berpusat di Prancis dan beroperasi di 120 negara, termasuk di negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Mesir, Turki, Iran dan Tunisia.
Danone sendiri diketahui tidak memiliki pabrik di Israel.
Baca Juga: Ini Dia 13 Produk Lokal Indonesia Yang Dapat Menggantikan Produk Israel
M. Syauqi Faiz selaku Co-Inisiator BDS Israel di Indonesia mengatakan, ajakan aksi boikot ini intinya didasari karena Israel telah melakukan pelanggaran hukum internasional.
"Jadi, tujuan kita sebenarnya adalah menghentikan pihak-pihak seluruh dunia dan termasuk Indonesia untuk terlibat di dalam pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel," jelasnya.
Syauqi mengutarakan bahwa dalam melakukan aksi boikot terhadap produk-produk sekutu Israel terdapat klasifikasi terhadap brand.
"Jadi, ada klasifikasi brand mana saja yang akan kita boikot itu. Karena kita berbicara terkait keterlibatan dalam kejahatan pelanggaran hukum internasional dan keterlibatan itu memang ada level-levelnya," ujarnya.
Dikutip dari akun Instagram Gerakan BDS Indonesia, aksi boikot ini bertujuan untuk menuntut Israel supaya tunduk sama hukum Internasional dan juga supaya perusahaan tersebut menarik dukungannya dari Israel.
Sehingga, harapannya Israel kehilangan dukungan materi lewat boikot karena perusahaan berhenti mendukung mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






