Profil Andi Amran Sulaiman, 2 Kali Jadi Menteri Pertanian Di Kabinet Jokowi
Ramadhan LQ | 25 Oktober 2023, 15:26 WIB

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo melantik Andi Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (25/10/2023).
Dilantiknya Amran Sulaiman menggantikan Mentan sebelumnya Syahrul Yasin Limpo yang terjerat kasus korupsi di Kementerian Pertanian.
Amran Sulaiman sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian saat periode pertama kepemimpinan Jokowi tahun 2014-2019.
Lalu siapakah sosok Amran Sulaiman dan apa saja prestasinya dalam bidang pertanian?
Simak profil Amran Sulaiman, Menteri Pertanian baru berikut ini:
Pria kelahiran Bone ini menyelesaikan studi S1,S2 dan S3 di bidang Ilmu Pertanian. Setelah menyelesaikan studi S1 di Universitas Hasanuddin, Amran Sulaiman memulai karier sebagai Kepala Operasi Lapangan di sebuah pabrik gula tahun 1994, ia juga sempat menjabat sebagai Kepala Logistik di tempat yang sama.
Setelah bekerja selama 15 tahun, Amran Sulaiman akhirnya mengundurkan diri dan memutuskan membangun bisnis racun tikus yang dipatenkan atas namanya sendiri.
Produksi racun tikusnya dimulai dengan membangun CV Empos Tiran di Bone. Bisnis tersebut membuahkan hasil yang baik dan Amran Sulaiman berhasil mendirikan 10 perusahaan.
Atas prestasinya di bidang pertanian tersebut Amran Sulaiman mendapat penghargaan Satyalencana Pembangunan pada tahun 2007 yang diberikan Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Di tahun 2014 Amran Sulaiman pun dilantik sebagai anggota Kabinet Kerja dan menjabat sebagai Menteri Pertanian.
Selama menjabat sebagai Mentan di periode pertama, Amran Sulaiman berhasil menurunkan tingkat inflasi dari 11,71 persen di tahun 2013 menjadi 1,26 persen pada 2017. Penurunan yang signifikan ini merupakan sejarah pertama kali sejak Kementan berdiri.
Kementan di era Amran Sulaiman bekerja sama dengan Polri dan sukses mengungkap sebanyak 784 kasus dan 411 tersangka mafia pertanian.
Tahun 2018, Amran Sulaiman mengaku telah mencabut dana perjalanan dinas Kementan sebesar Rp800 miliar dan dialokasikan untuk meningkatkan produksi tanaman pangan.
Era Amran Sulaiman Kementan mengalokasikan bantuan sebesar Rp400 miliar berupa alat mesin pertanian serta benih untuk menyokong Program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani (Serasi) Sumatera Selatan.
Tidak sampai di situ, data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks produksi pertanian Indonesia tercatat mengalami tren peningkatan dari 118,95 di tahun 2014 dan naik secara signifikan menjadi 121,94 dalam kurun waktu setahun. Peningkatan indeks produksi pertanian terus melesat mencapai 162,26 di tahun 2019.
Peningkatan produksi juga disusul oleh meningkatnya indeks produksi tanaman pangan, peningkatan indeks produksi perkebunan rakyat, perkebunan besar serta produksi peternakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







