Akurat Logo

Perjuangan Rasuna Said, Pahlawan Perempuan Indonesia

Izqi | 21 Januari 2023, 12:40 WIB
Perjuangan Rasuna Said, Pahlawan Perempuan Indonesia

AKURAT.CO Rasuna Said merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang memperjuangkan adanya persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Beliau memiliki kemauan yang keras dan juga berpandangan luas dalam segala hal.

Dengan nama lengkap Hj. Rangkayo Rasuna Said, lahir pada 14 September 1910 di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Ayahnya merupakan seorang saudagar Minangkabau dan aktivis pergerakan, yaitu bernama Muhammad Said.

Dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (21/1/2023), Rasuna dikenal aktif dalam organisasi politik dan memiliki pikiran kritis terhadap kebijakan pemerintah Kolonial Belanda. Sayangnya, pada 1932, Rasuna tertangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Semarang. Beliau meninggal pada umur 55 tahun, di Jakarta, pada 2 November 1965. Berikut penjelasan lengkapnya.

Perjuangan Rasuna Said memperjuangkan hak perempuan Indonesia

Awal perjuangan Rasuna Said, dimulai sejak beraktivitas di Sarekat Rakyat (SR) sebagai Sekretaris cabang. Kemudian, Rasuna juga bergabung dengan Soematra Thawalib dan mendirikan Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI) di Bukittinggi pada tahun 1930. Rasuna juga memiliki kemampuan dalam berpidato untuk mengecam pemerintahan Belanda. 

Pada saat itu, Belanda memiliki peraturan bahwa siapa saja yang menantang Belanda akan dikenakan hukuman kolonial. Rasuna menjadi wanita pertama yang terkena hukum Speek Delict. Beliau dipenjara pada 1932, di Semarang, dengan temannya bernama Rasimah Ismail. 

Saat Rasuna keluar dari penjara, banyak orang yang senang dan menanti-nanti kabar tersebut. Tulisan-tulisan oleh Rasuna, dikenal sangat tajam. Hingga di tahun 1935, Rasuna berhasil menjadi pemimpin redaksi di sebuah majalah, Raya. Tulisan dalam majalah ini dikenal radikal dan suatu bentuk perlawanan dari Sumatera Barat.

Sayangnya, ruang gerak Rasuna dipersempit oleh Polisi Rahasia Belanda (PID). Teman-temannya juga tidak dapat membantu dan memilih untuk diam, hal ini membuat Rasuna kecewa.

Di tahun 1937, Rasuna memutuskan untuk pindah ke Meda, Sumatera Utara. Rasuna Said mulai mendirikan perguruan putri untuk menyebarkan gagasan-gagasannya dengan membuat majalah mingguan bernama Menara Poetri.

Hingga Indonesia merdeka, Rasuna menjadi aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Rasuna juga menjabat sebagai Dewan Perwakilan Sumatera sebagai wakil Sumatera Barat. Hingga akhirnya, Rasuna diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS).

Pada 5 Juli 1959, setelah Dekrit Presiden, Rasuna menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sampai akhir hidupnya. Perjuangannya yang sangat aktif, mendapat penghargaan untuk menjadi Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan surat Keppres RI Nomor 084/TK/Tahun 1974 pada 13 Desember 1974.

Namanya akan selalu dikenang dan dijadikan nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, serta di daerah asalnya, Padang, Sumatera Barat.

Rasuna yang pada saat itu aktif dalam berkampanye untuk menyampaikan hak-hak pendidikan dan politik perempuan, menjadi suatu perjuangan yang akan selalu diingat. Rasuna yakin reformasinya akan memberikan dasar untuk mengadvokasi perempuan. Keyakinan agamanya akan meyakinkannya bahwa perempuan harus terdidik.

Fakta menarik tentang Rasuna Said

1. Sejak kecil sudah dididik dengan benar oleh orang tuanya

Orang tuanya telah berhasil dalam medididik Rasuna sewaktu kecil. Hingga Rasuna dapat meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan membuatnya menjadi satu-satunya santri perempuan di Pondok Pesantren.

2. Mendapat julukan Singa Betina

Rasuna yang dikenal dengan pikiran kritisnya membuat dirinya dikenal sebagai Singa Betina. Rasuna Said berani memperjuangkan kemerdekaan dan mengankat derajat perempuan.

3. Terlahir sebagai keluarga bangsawan

Ayahnya yang merupakan seorang saudagar, membuat Rasuna Said terlahir dari keturunan keluarga bangsawan Minang.

4. Namanya dijadikan sebagai nama jalan

Seperti yang sudah dijelaskan, Rasuna berhak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada 1974. Namanya dijadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di Kuningan, Jakarta Selatan, dan Padang.

5. Sejarah karir politiknya yang cermelang

Rasuna Said pernah bergabung di berbagai organisasi seperti Sarekat Rakyat, Sumatera Thawalib, dan mendirikan Persatuan Muslim Indonesia di Bukittinggi.

6. Pernah menjadi guru

Karena Rasuna sangat mencintai dunia pendidikan, beliau pernah mendedikasikan dirinya sebagai guru.

Itu dia tentang perjuangan Rasuna Said hingga menjadi Pahlawan Nasional Indonesia dan fakta-fakta menarik tentangnya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Izqi
P