Akurat Logo

BPIP Akui Peran Media: Harus Pamer Positif Asal Bukan Hoaks

| 30 Desember 2022, 18:41 WIB
BPIP Akui Peran Media: Harus Pamer Positif Asal Bukan Hoaks

AKURAT.CO  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mencatat jumlah purna-Paskibraka yang menjadi Duta Pancasila Nasional sekarang sudah mencapai 9.350 orang. 

"Ini sudah bisa luar biasa," ucap Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi dalam Refleksi Akhir Tahun 2022 bertajuk 'Pancasila Membumi Bersama Media' di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (28/12/2022).

Prof Yudian mengatakan, pencapaian ini menunjukkan meroketnya program dan Kegiatan BPIP yang tak lepas dari peran media. 

Menurutnya, Pancasila menjadi sangat penting untuk direfleksikan kembali. Terutama, terkait strategi dalam mengkampanyekan Pancasila agar lebih agile, kreatif, inovatif dan dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat. 

"Oleh karena itu, saya mendorong bagi institusi dan kawan-kawan media yang hadir di sini untuk berkolaborasi dalam menggencarkan pemberitaan ke arah positif," pinta Prof Yudian. 

Sementara, Wakil Kepala BPIP, Karjono menjelaskan realisasi anggaran tahun 2022 sudah mencapai 95,67 persen yang diproyeksikan 99,05 persen.

"Kemudian juga banyak hal yang telah dilakukan di antaranya terkait dengan indikator kinerja, sistem merit yang mendapatkan kategori baik," paparnya.

BPIP bahkan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama tiga kali berturun-turut. 

"Tidak hanya itu beberapa prestasi atau anugerah kami sudah dapatkan di antaranya kategori 'Menuju Informatif' dari Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia," imbuh Karjono.

Lebih lanjut, menurut Karjono, kesekretariatan kedeputian juga menunjukkan progres serapan dan kinerja yang sangat baik dengan rata-rata 95 persen dari target 99 persen. 

"Penilaian pelayanan publik di kementerian dan lembaga ini mendapatkan nilai B dengan nilai 3,64 jadi tertingginya itu 5. Jadi paling tidak ini sudah 70 ke arah 80," sebutnya. 

Dewan Pakar BPIP, Darmansjah Djumala mengatakan, perlu ada revolusi media dalam dalam membumikan Pancasila.

"Evolusi bermedia sosial itu adalah harus lebih bersifat agresif atau jangan malu-malu," jelasnya. 

Ia berharap ada kolaborasi BPIP dan media lebih erat untuk penyebaran informasi. "Kita harus pamer terus, harus pamer positif, biarkan kita sombong asalkan jangan bohong," tutupnya.

Dalam refleksi akhir tahun tersebut juga masing-masing deputi memaparkan program dan kegiatannya yang sudah terlaksana dan ditanggapi oleh media undangan.

Hadir mendampingi Sekretaris Utama BPIP, Adhianti; jajaran Dewan Pakar BPIP, Staf Khsus Ketua Dewan Pengarah BPIP, jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama BPIP. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.