Akurat Logo

Indonesia Presentasikan Keberhasilan Atasi Covid-19 Melalui Komunikasi di Rapat OECD

Endra Prakoso | 28 September 2022, 15:18 WIB
Indonesia Presentasikan Keberhasilan Atasi Covid-19 Melalui Komunikasi di Rapat OECD

AKURAT.CO, Perwakilan Indonesia memenuhi undangan konferensi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), organisasi internasional kerja sama ekonomi dan pembangunan.

Konferensi dihadiri lebih dari 40 delegasi dari sedikitnya 16 negara maju di dunia. Hadir dari Indonesia yang merupakan salah satu perwakilan Asia Tenggara yakni Akhmad Firmannamal, Ardilla Amry selaku tim posko vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya, Devie Rahmawati, Rizky Ameliah, dan Zaky Ramadhan.

Tim Posko Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya, Ardilla Amry menerangkan Indonesia dengan jumlah penduduk 277 juta jiwa, warga yang terinfeksi Covid-19 hingga Agustus 2022 sebesar 6 juta kasus dengan total kematian 150 ribu kasus.

"Kondisi ini kontras dengan Amerika Serikat misalnya, yang memiliki penduduk sebanyak 322 juta, yang terinfeksi Covid-19 mencapai 95 juta orang dengan angka kematian lebih dari 1 juta," ujarnya.

Tim posko vaksinasi merdeka lainnya, Akhmad Firmannamal menambahkan capaian ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan.

"Diantaranya program literasi Makin Cakap Digital, yang terselenggara sebanyak 17.414 kegiatan sepanjang 2021, untuk memberikan edukasi literasi digital agar masyarakat tidak mudah termakan disinformasi ataupun misinformasi, khususnya di social media yang membuat mereka tidak mau melakukan social distancing hingga tidak mau terlibat program vaksinasi misalnya,” kata Akhmad Firmannamal menambahkan.

Sementara itu, peneliti program Vokasi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati menyebut salah satu keberhasilan penanganan Covid-19 di Indonesia melalui program vaksinasi merdeka.

“Meskipun Indonesia bukanlah negara produsen vaksin, salah satu keberhasilan capaian Indonesia mengendalikan infeksi covid ialah melalui program vaksinasi. Dengan jumlah populasi, luas wilayah serta serbuan hoaks,  program vaksinasi awalnya tidak sepenuhnya disambut positif oleh masyarakat luas, hingga Indonesia pernah mengalami guncangan sosial di saat serbuan varian Delta,” ujar Devie.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Posko Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya Supriyanto menerangkan, Vaksinasi Merdeka menekankan pada kekuatan partisipasi aktif publik, yang diawali dengan pendekatan persuasif kepolisian melalui desain program yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan publik.

“Metode ini berhasil karena meninggalkan pendekatan top bottom menjadi bottom up, sehingga no one left behind,” terangnya.

“Metode Vaksinasi Merdeka ini bukan hanya telah menjadi role model praktis penyelenggaraan vaksinasi di seluruh wilayah nusantara, namun terus berkembang menjadi platform yang mampu memfasilitasi semangat gotong royong (kerelawanan) masyarakat Indonesia dengan kekuatan teknologi, yang terus memberikan solusi terhadap berbagai tantangan sosial lain di luar masalah kesehatan,” lanjutnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.