ACT Lebih 2 Ribu Kali Transaksi Luar Negeri, Ada yang Terkait Aktivitas Terlarang

AKURAT.CO, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut ada 10 negara yang menjadi penyumbang dan tujuan penerimaan donasi terbesar dari Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Transaksi terjadi periode 2014-2022.
"Periode 2014-2022 terkait entitas ini PPATK melihat ada 10 negara paling besar terima dan keluar. PPATK melihat ada 2 ribu kali pemasukan dari entitas asing ke yayasan ini, angka di atas Rp64 miliar," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam keterangannya, Kamis (7/7/2022).
Selain menerima transfer dana, Ivan menyebut ACT juga mentransfer uang sebanyak 450 kali ke luar negeri. Sehingga total ada 2450 kali transaksi keluar masuk ACT dari dan ke luar negeri.
"Dana keluar ke entitas ke luar negeri jumlah lebih dari 450 kali angkanya Rp52 miliar," kata Ivan Yustiavandana.
"Jadi memang kegiatan-kegiatan dari entitas yayasan ini (ACT) ada terkait dengan aktivitas di luar negeri. Karena bantuan bisa di mana pun juga, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga membantu saudara-saudara kita yang kesulitan yang ada di luar negeri ," ujar Ivan.
Negara yang paling banyak melakukan pengiriman dana ke ACT versi PPATK yakni Jepang, Turki, Inggris, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Jerman, Hongkong, Australia, dan Belanda.
Adapun negara yang tercatat menerima dana dari ACT paling besar yakni Turki, Irlandia, China, dan Palestina.
Ivan mengungkap lembaga yang dipimpinnya telah melakukan kerjasama dengan aparat penegak hukum (APH).
"Ada transaksi lain perlu pendalaman di APH terkait, karena diduga terkait aktivitas terlarang di LN (luar negeri) baik langsung atau tidak. Kami kirim analisa ke APH dan terus kerjasama, dan per hari ini koordinasi dan kejadian terkait data-data PPATK yang dilaporkan oleh perbankan," ujarnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag



