5 Fakta Penting Jenderal Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi yang Dibuang di Lubang Buaya

AKURAT.CO Jenderal Ahmad Yani menjadi salah satu korban dari peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965 lalu. Komandan Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia ini meninggal dunia dengan cara dibunuh oleh anggota dari Gerakan 30 September ketika ia diculik dari rumahnya. Dalam gerakan tersebut, 7 jenderal TNI menjadi korban.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani.
1. Pemimpin sejak kecil
Kemampuan memimpin dari sosok Ahmad Yani telah ditunjukkannya sejak ia masih kecil. Setiap kali bermain, ia kerap menjadi penentu keputusan. Beranjak dewasa, ia sempat menjadi koordinator dan memberikan komando kepada orang kampungnya ketika akan menangkap kerbau mengamuk. Tak heran jika akhirnya, ia pun menjadi salah satu pemimpin paling terampil di militer Indonesia.
2. Keluarga berpendidikan
Lahir di keluarga Wongsoredjo, Ahmad Yani tumbuh dengan pendidikan penuh. Sejak kepindahan keluarganya ke Batavia pada tahun 1927 atau ketika umurnya masih 5 tahun, ia menjalani pendidikan dari sekolah dasar (HIS), MULO, hingga AMS. Setelah itu, ia menjalani pendidikan topografi militer di Malang setelah wajib militer Hindia Belanda. Ia pun juga sempat menjadi anggota Peta ketika pendudukan Jepang.
3. Sekolah militer di AS dan Inggris
Ahmad Yani tumbuh menjadi salah satu anggota militer berprestasi. Bahkan, militer Indonesia memberangkatkannya untuk belajar ke luar negeri terkait ilmu militer. Anggota militer kelahiran 19 Juni 1922 ini melanjutkan pendidikannya di Command and College Fort Leaven Worth, Kansas, AS, selama sembilan bulan. Tak hanya itu, Ahmad Yani juga sempat menempuh studi di Special Warfare Course di Inggris selama dua bulan.
4. Jenderal kesayangan Presiden RI
Popularitas sosok Ahmad Yani terus berkembang. Reputasinya di pemerintah Indonesia kala itu pun terus membaik. Salah satu penyebabnya adalah ketika ia berhasil mengamankan pemberontakan PRRI. Hingga akhirnya ia dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) oleh Presiden Soekarno pada tahun 1962. Bahkan, Ahmad Yani juga diklaim begitu dekat dengan Soekarno meskipun kerap memiliki perbedaan pandangan.
5. Korban Gerakan 30 September
Ketika Gerakan 30 September terjadi, Ahmad Yani juga menjadi salah satu target utama penculikan. Namun, ketika dijemput, ia menolak untuk ikut seta bahkan melakukan serangan balik. Hingga akhirnya ia mendapat serangan tembak dan terbunuh di depan kamar tidurnya. Setelah itu, jasad sang jenderal dibawa ke Lubang Buaya dan dimasukkan ke dalam sumur tua bersama enam jenderal lainnya.
Empat hari setelahnya, jenazah Ahmad Yani ditemukan dan dimakamkan dengan layak di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta sekaligus menjadi Pahlawan Revolusi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK


