Akurat Logo

5 Fakta Penting Jenderal Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi yang Dibuang di Lubang Buaya

Sabdi Imanuel Manuleus | 10 November 2021, 13:48 WIB
5 Fakta Penting Jenderal Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi yang Dibuang di Lubang Buaya

AKURAT.CO Jenderal Ahmad Yani menjadi salah satu korban dari peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965 lalu. Komandan Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia ini meninggal dunia dengan cara dibunuh oleh anggota dari Gerakan 30 September ketika ia diculik dari rumahnya. Dalam gerakan tersebut, 7 jenderal TNI menjadi korban. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani. 

1. Pemimpin sejak kecil

Kemampuan memimpin dari sosok Ahmad Yani telah ditunjukkannya sejak ia masih kecil. Setiap kali bermain, ia kerap menjadi penentu keputusan. Beranjak dewasa, ia sempat menjadi koordinator dan memberikan komando kepada orang kampungnya ketika akan menangkap kerbau mengamuk. Tak heran jika akhirnya, ia pun menjadi salah satu pemimpin paling terampil di militer Indonesia. 

2. Keluarga berpendidikan

Lahir di keluarga Wongsoredjo, Ahmad Yani tumbuh dengan pendidikan penuh. Sejak kepindahan keluarganya ke Batavia pada tahun 1927 atau ketika umurnya masih 5 tahun, ia menjalani pendidikan dari sekolah dasar (HIS), MULO, hingga AMS. Setelah itu, ia menjalani pendidikan topografi militer di Malang setelah wajib militer Hindia Belanda. Ia pun juga sempat menjadi anggota Peta ketika pendudukan Jepang. 

3. Sekolah militer di AS dan Inggris

Ahmad Yani tumbuh menjadi salah satu anggota militer berprestasi. Bahkan, militer Indonesia memberangkatkannya untuk belajar ke luar negeri terkait ilmu militer. Anggota militer kelahiran 19 Juni 1922 ini melanjutkan pendidikannya di Command and College Fort Leaven Worth, Kansas, AS, selama sembilan bulan. Tak hanya itu, Ahmad Yani juga sempat menempuh studi di Special Warfare Course di Inggris selama dua bulan. 

4. Jenderal kesayangan Presiden RI

Popularitas sosok Ahmad Yani terus berkembang. Reputasinya di pemerintah Indonesia kala itu pun terus membaik. Salah satu penyebabnya adalah ketika ia berhasil mengamankan pemberontakan PRRI. Hingga akhirnya ia dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) oleh Presiden Soekarno pada tahun 1962. Bahkan, Ahmad Yani juga diklaim begitu dekat dengan Soekarno meskipun kerap memiliki perbedaan pandangan. 

5. Korban Gerakan 30 September

Ketika Gerakan 30 September terjadi, Ahmad Yani juga menjadi salah satu target utama penculikan. Namun, ketika dijemput, ia menolak untuk ikut seta bahkan melakukan serangan balik. Hingga akhirnya ia mendapat serangan tembak dan terbunuh di depan kamar tidurnya. Setelah itu, jasad sang jenderal dibawa ke Lubang Buaya dan dimasukkan ke dalam sumur tua bersama enam jenderal lainnya. 

Empat hari setelahnya, jenazah Ahmad Yani ditemukan dan dimakamkan dengan layak di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta sekaligus menjadi Pahlawan Revolusi.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.