Akurat Logo

Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Ini 5 Fakta Dekan FISIP UNRI

Sabdi Imanuel Manuleus | 5 November 2021, 15:30 WIB
Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Ini 5 Fakta Dekan FISIP UNRI

AKURAT.CO Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI), Syafri Harto menjadi perbincangan warganet dalam beberapa hari terakhir. Pasalnya, dekan FISIP tersebut diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi Hubungan Internasional (HI) FISIP UNRI. Korban pun telah melakukan sejumlah pengakuan. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait sosok Syafri Harto. 

1. Dekan sejak tahun 2014 silam

Safri Harto dikenal sebagai salah satu pengajar di lingkungan Universitas Riau. Ia juga telah ditunjuk sebagai dekan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau sejak tahun 2014 silam untuk menjalankan posisi dekan pada periode tahun 2014-2018. 

2. Masih jadi dekan sebagai lektor kepala

Pria kelahiran 13 September 1967 ini masih menjabat sebagai dekan FISIP UNRI dengan jabatan fungsional sebagai Lektor Kepala. Sedangkan pangkatnya adalah Pembina Tingkat I/IV-b.

3. Alumni UNRI

Meski menyandang posisi sebagai dekan, Safri Harto juga masih mengajar jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Hal ini tak mengherankan, mengingat, pria kelahiran Indragiri Hulu ini menyelesaikan semua jenjang studinya di UNRI mulai dari jenjang Sarjana lulus tahun 1998, Magister lulus tahun 2007, dan Doktor lulus tahun 2018 lalu. 

4. Diduga lakukan pelecehan seksual

Pada Oktober 2021 lalu, seorang mahasiswi jurusan Hubungan Internasional mengaku telah mengalami pelecehan seksual dari dekan FISIP UNRI yaitu Syafri Harto. Namun, dalam pengakuan berbentuk video tersebut, identitias korban belum diketahui. Sedangkan pelecehan seksual tersebut dilakukan oleh pelaku ketika korban sedang melakukan bimbingan skripsi. 

5. Pelecehan dan kekerasan seksual 

Dalam pengakuan tersebut, ketika itu korban berada dalam satu ruangan yang berisi hanya dirinya dan Syafri Harto. Dalam pertemuan tersebut, sang korban mengaku bahwa pelaku menanyakan sejumlah hal yang bersifat pribadi. Bahkan, ketika korban hendak berpamitan dan menyalami pelaku, tiba-tiba pelaku langsung menggenggam bahu korban dan mendekatkan badannya ke korban. Bahkan, korban mengaku telah dicium di bagian pipi sebelah kiri oleh pelaku. 

Dalam video berdurasi 13 menit 26 detik tersebut, korban juga mengungkapkan bahwa ia tidak mendapat dukungan dari dosen HI atau pengajarnya. Bahkan, ia mendapatkan intimidasi dari dosen yang diadukannya. []

foto: kekerasan seksual unri

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.