Akurat Logo

Sempat Sebar SMS Blast Tsunami di 5 Provinsi, BMKG Sebut Sistem Informasinya Jebol

Okto Rizki Alpino | 27 Mei 2021, 14:12 WIB
Sempat Sebar SMS Blast Tsunami di 5 Provinsi, BMKG Sebut Sistem Informasinya Jebol

AKURAT.CO Sistem informasi milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) jebol. Saluran komunikasi publik melalui SMS blast yang biasa digunakan BMKG mengirimkan informasi perkiraan cuaca itu sempat membuat heboh. 

Pasalnya, SMS Blast BMKG sempat mengirimkan pesan berantai peringatan dini tsunami akibat gempa berkekuatan 8.05 magnitudo yang akan melanda Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Jawa Tengah pada kedalaman 10 kilometer. Informasi itu beredar pukul 10.36, Rabu (27/5/2021). 

Tak lama kemudian, BMKG meralat kembali informasi itu melalui pesan berantai yang sama. Isinya permohonan maaf BMKG lantaran terjadi kesalahan sistem pengiriman TEST- Peringatan Dini Tsunami di JATIM, NTB, BALI, NTT, JATENG. 

"BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar, karena telah terjadi kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami *yang melalui kanal SMS*," tulis BMKG dalam siaran pers yang mengatasnamakan Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat. 

Dalam siaran pers itu, BMKG dan Kominfo telah merespon secara cepat dengan melakukan klarifikasi terhadap sistem pengirim informasi yang salah tersebut, melalui saluran/kanal komunikasi yang sama, *SMS BMKG-Kominfo*

"Saat ini BMKG bersama Kominfo sedang melakukan penelusuran dan investigasi lebih mendalam terhadap penyebab kesalahan sistem SMS hingga tersebar informasi gempa berpotensi tsunami," tulis BMKG. 

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Sebab, hasil monitoring BMKG saat ini tidak terjadi gempa berkekuatan M8,5 di wilayah Indonesia, sehingga secara institusi BMKG tidak mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami.

"Informasi yang tersebar tersebut juga bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat, karena hingga saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan, dimana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi," ujarnya.

Sementara itu, pakar telematika Roy Suryo dalam akun twitternya @KRMTRoySuryo2 mengatakan, seharusnya, kecelakaan pengiriman Testing Pesan Singkat /SMS-Test semacam ini tidak boleh terjadi. Sebab, dampaknya akan membuat kegaduhan di masyarakat. Bahkan sangat mungkin terjadi hal-hal lain yang tidak perlu. 

"Sebaiknya Kominfo/BSSN melakukan audit ulang sistem di BMKG. Karena ini mirip-mirip " Kebocoran Data"," tulis Mantan Menpora itu. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
B
Editor
Badri