Ratusan Ribu Pekerja Migran Indonesia Diprediksi Bakal Mudik Saat Musim Libur Lebaran

AKURAT.CO, Pemerintah mau tak mau harus bersiap dengan kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) pada musim libur lebaran.
Diprediksi, ada lebih dari 100 ribu PMI yang masuk Indonesia pada musim libur tahun ini. Mereka dibolehkan masuk ke tanah air tetapi pemerintah memastikan akan ada karantina selama 14 hari yang harus mereka jalani.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers secara virtual di YouTube Sekretariat Presiden usai mengikuti rapat terbatas (Ratas) bersama Presiden Joko Widodo, Senin (26/4/2021).
Dia menjelaskan, pemerintah telah memutuskan menangguhkan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas bagi WNA India. Selain itu, pemerintah juga menolak keras masuknya WNA yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir ke Indonesia untuk masuk ke Indonesia.
"Untuk WNI, boleh masuk tapi Prokesnya diperketat sehingga mereka harus stay di tempat masing-masing. Untuk WNI yang 14 hari terkahir pernah kunjungi India, mereka tetap dibolehkan masuk tapi harus dikarantina 14 hari," katanya.
Untuk memudahkan pengontrolan kedatangan PMI, pemerintah membatasi pintu masuk mereka hanya lewat empat bandara dan tiga pelabuhan laut.
Empat bandara itu yakni bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Kualanamu di Medan, dan Bandara Sam Ratulangi di Manado. Sementara tiga pelabuhan pintu masuk yang dibolehkan bagi PMI adalah Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Pinang, dan Pelabuhan Dumai.
"Prokes juga akan dilakukan kepada pekerja migran Indonesia (PMI). karena puluhan ribu yang masuk. Yang sudah masuk diatas 100 ribu dan akan masuk puluhan ribu lagi. Shg disiapkan titik masuk seperti Batam. Akan diperkuat skreningnya," katanya.
Pengetatan itu dilakukan karena alasan menjaga dan melindungi warga dalam negeri dari paparan virus mematikan itu.
Setiap orang yang masuk akan menjalani pemeriksaan ketat. Dengan begitu, upaya menghadang menjalaninya varian baru dalam negeri bisa dikendalikan.
"Sehingga setiap orang yang masuk akan lakukan pemeriksaan untuk melindungi rakyat Indonesia dari varian baru. Kita akan perketat seluruh perbatasan-perbatasan itu agar varian baru ini tidak terus-terusan masuk," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





