Akurat

Bertemu Menlu Hungaria, Retno Marsudi Bahas Myanmar hingga Perekonomian

| 16 Februari 2021, 20:13 WIB
Bertemu Menlu Hungaria, Retno Marsudi Bahas Myanmar hingga Perekonomian

AKURAT.CO, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Péter Szijjártó pada Selasa (16/2/2021). Keduanya membahas sejumlah isu terkini.

Menlu Retno menyampaikan pandangannya terkait kudeta militer di Myanmar. Ia menegaskan bahwa posisi Indonesia adalah mendukung keselamatan rakyat.

"Saya menyampaikan bahwa bagi Indonesia, keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar harus menjadi prioritas utama dan upaya untuk mengamankan berlanjutnya transisi inklusif menuju demokrasi perlu dikedepankan," kata Menlu Retno.

Keduanya juga membahas perihal masalah sawit di Uni Eropa. Menlu Retno mengatakan Indonesia prihatin terhadap diskriminasi produk sawit di Uni Eropa.

"Kemitraan Strategis ASEAN – Uni Eropa pada bulan Desember lalu diharapkan memberikan kesempatan untuk kedua kawasan untuk meningkatkan pemahaman dan mencegah diskriminasi terhadap produk-produk minyak kelapa sawit, antara lain melalui Joint Working Group on Vegetable Oils," ujarnya.

"Dan saya terus mendorong Uni Eropa, termasuk Hongaria, untuk mendukung upaya Joint Working Group ini," sambungnya.

Isu lainnya yang menjadi perhatian yakni mengenai masalah Palestina, dan meminta dukungan agar terwujud solusi yang permanen di level internasional.

"Mendukung upaya-upaya untuk mencapai solusi yang adil dan permanen untuk isu Palestina sesuai parameter yang disetujui secara internasional," kata Menlu Retno.

Selanjutnya, keduanya membahas terkait vaksin. Menlu Retno menyebut bahwa pihaknya menolak adanya nasionalisme vaksin.

"Menghindari nasionalisme vaksin, agar kita dapat mengatasi pandemi secara bersama," tuturnya.

Kerja sama perdagangan dan investasi pada proyek-proyek infrastruktur di Indonesia

Keduanya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk peningkatan kapasitas diplomatik dan Letter of Intent (LoI) untuk membentuk Indonesia-Hungary Investment Fund.

Menlu Retno mengatakan bahwa ada beberapa poin penting dalam pertemuan bilateral tersebut. Salah satunya mengenai kerja sama perdagangan dan investasi pada proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Katanya, meski di tengah situasi pandemi, perdagangan dua arah di antara kedua negara mengalami peningkatan.

"Dengan total perdagangan senilai US$212 juta di tahun 2020, yang berarti peningkatan lebih dari 13,25% dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Menlu Retno.

Ke depan, akan terus berupaya untuk meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara. Oleh karena itu, keduanya sepakat untuk memperkuat upaya menciptakan perdagangan yang berkelanjutan antara lain melalui pembentukan hub atau gudang produk Indonesia di Budapest, mendorong ekspor produk komponen elektronik dan otomotif dan menjajaki kemungkinan imbal-dagang dengan Hongaria.

Selain itu, pihaknya juga menyambut baik meningkatnya minat pengusaha Hongaria pada proyek pembangunan di Indonesia, antara lain melalui partisipasi Hongaria pada proyek sistem pembayaran jalan tol atau multi-lane free flow (MLFF) electronic toll-road payment.

"Kerjasama ini menjadi salah satu kisah sukses partisipasi perusahaan Hongaria pada proyek infrastruktur Indonesia," ujarnya.

Dirinya juga mengharapkan agar LoI Pembentukan Indonesia – Hungary Investment Fund yang ditandatangani hari ini dapat membuka jalan untuk meningkatnya partisipasi Hongaria pada proyek-proyek, seperti infrastruktur digital, instalasi pengolahan air dan pekerjaan umum.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.