Kominfo Ungkap Ada 2,36 Juta Angkatan Kerja Baru Tidak Terserap

AKURAT.CO Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkap ada sekitar 2,36 juta angkatan kerja baru tidak bisa terserap di lapangan kerja. Mereka boleh jadi adalah para lulusan baru tahun 2019-2020. Baik yang sarjana maupun yang setingkat SMA. Jumlah itu menambah daftar jumlah pengangguran di masa pandemi saat ini.
Adanya jumlah angkatan kerja baru yang tidak terserap itu disampaikan Wakil Jubir Kemenkominfo Dewi Meisari di Jakarta, Senin (9/11/2020l Dia mengatakan, jumlah angkatan kerja yang tidak terserap itu semakin membengkak lantaran ada sekitar 310 ribu orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.
“Maka pada quartal ketiga tahun ini terdapat penambahan pengangguran sekitar 2.67 juta. Sehingga total pengangguran Indonesia menjadi 9.77 juta orang atau 7.07 persen,” jelasnya.
Selain itu, di masa pandemi saat ini, terjadi pergeseran struktur ketenagakerjaan. Pertama, terjadi penurunan tenaga kerja penuh waktu menjadi 63.85 persen. Selain itu, terjadi peningkatan tenaga kerja paruh waktu yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu namun tidak bersedia menerima pekerjaan lain menjadi hampir 26 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa tren karir sebagai freelancer yang umumnya bekerja dengan skema kompensasi berdasarkan hasil, bukan berdasarkan waktu sedang berkembang,” tuturrnya.
Aspek kedua yakni terjadi peningkatan partisipasi kerja perempuan sekitar 1.3 persen menjadi 53.13 persen. Padahal, pada saat yang bersamaan terjadi penurunan partisipasi kerja laki-laki sebesar 0.84 persen.
"Dan aspek ketiga meningkatnya pekerja di sektor informal sekitar 4.5 persen menjadi 60.47 persen termasuk pelaku UMKM yang belum dibantu oleh karyawan tetap," paparnya.
Dia menekankan pentingnya kelincahan beradaptasi di masa Pandemi saat ini. Hal itu penting agar produktiftivitas tetap terjaga. Perubahan-perubahan prilaku dan gaya hidup serta gaya kerja digital menjadi bagian dari kenormalan baru saat ini. Menurut dia, perubahan itu perlu terus dibudayakan agar masa pandemi dapat menjadi momentum peningkatkan produktivitas, kegesitan, dan daya saing bangsa.
“Sesuai dengan Roadmap Transformasi Digital, pemerintah akan terus mengalokasikan belanja negara untuk percepatan transformasi digital pada sektor-sektor strategis, termasuk sektor pemerintahan sendiri, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan publik,” jelasnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




