Buatan Anak Negeri, Ini Sejarah KAL Kobra-867 yang Ikut Cari Pesawat Lion Air

AKURAT.CO, Kapal Angkatan Laut (KAL) Kobra-867 merupakan salah satu tipe Kapal Patroli Cepat-36 Meter (PC-36M) Satuan Patroli (Satrol) TNI AL yang diperbantukan dalam pencarian korban dan bagian-bagian pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).
Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun oleh AKURAT.CO, KAL Kobra-867 awalnya bernama KRI Kobra-867 yang telah diresmikan pada 14 April 2003 oleh Panglima TNI saat itu yakni Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan Komandan pertamanya adalah Kapten (L) Edi Haryanto.
Namun pada 23 Oktober 2015 lalu, sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf TNI AL (KSAL) Nomor Kep/1171/VII/2015 Tanggal 21 Juli 2015, melalui upacara penurunan bendera ular yang dipimpin oleh Komandan Pangkalan Utama AL (Danlantamal) III Jakarta waktu itu yakni Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Mar) R.M. Trusono, menjadi penanda beralihnya KRI Kobra-867 tersebut dari satuan patroli Komando Armada Barat (Koarmabar), sekarang Komando Armada (Koarmada) I, menjadi unsur patroli di jajaran Lantamal III Jakarta atau menjadi KAL Kobra-867.
KAL Kobra adalah produk Indonesia asli yang dibuat di galangan kapal PT Palindo Tanjung Pinang di Pangkal Pinang, Riau, pada tahun 2002.
KAL Kobra memiliki panjang 36 meter serta lebar 6 meter yang mampu melaju hingga kecepatan 230 knot/jam. Kapal patroli ini dilengkapi dengan peralatan radar serta memiliki senjata tempur di buritan dan haluan dengan peluru berkaliber 10 mm dan 12 mm.
Jika ada kerusakan ataupun hanya perawatan rutin, kapal perang ini diperbaiki atau dipelihara oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) dengan biaya Rp12 juta per bulan yang ditanggung oleh pihak TNI AL. KAL Kobra terdiri dari 3 lantai, lantai paling atas digunakan untuk tempat kemudi dan pengamatan, lantai di bawahnya terdapat peralatan radar, serta kamar-kamar bagi komandan kapal dan ruangan untuk bersantai dilengkapi televisi dan konsol permainan seperti Play Station.
Kapal ini tercatat pernah diturunkan pada sejumlah peristiwa, antara lain kebakaran Kapal Motor (KM) Levina 1 pada 22 Februari 2007, yang menewaskan 51 orang. KAL Kobra menyelamatkan 22 orang dalam insiden Kebakaran KM Levina tersebut.
Tidak hanya Levina 1, kapal ini juga pernah menuju Pulau Nipah, yang merupakan pulau terluar di perbatasan Singapura. Saat itu dalam rangka pengamanan kunjungan presiden.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 4Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 5Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 6Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 7Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 850 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot



