Gianni Infantino Klaim Didukung Mayoritas Anggota untuk Pemilihan Presiden FIFA Tahun Depan

AKURAT.CO, Presiden FIFA, Gianni Infantino, tampak optimistis bahwa ia akan terpilih kembali sebagai pemimpin organisasi induk sepakbola dunia pada pemilihan Maret tahun depan.
Isyarat optimisme itu ditunjukkan oleh Gianni Infantino selepas ia mendapatkan dukungan resmi dari Presiden AFC (Konfederasi Sepakbola Asia), Sheikh Salman Bin Ibrahim Al Khalifa.
Dukungan yang disampaikan Al Khalifa di sela Kongres AFC di Tokyo, Jepang, pekan ini tersebut merupakan "u-turn" setelah sebelumnya pemimpin konfederasi Asia itu bersama UEFA (Eropa) dan Concacaf (Amerika Tengah-Utara dan Karibia) mengkritik Gianni Infantino sehubungan proposal penjualan saham Piala Dunia.
"Saya baru kembali dari Tokyo di mana Konfederasi Sepakbola Asia mendukung saya secara penuh," kata Gianni Infantino di sela Piala Dunia U-15 di Baku, Azerbaijan, Sabtu (24/10/2026), dipetik BBC.
Baca Juga: Gianni Infantino Terima Surat Dukungan dari Prabowo, Diserahkan Langsung Erick Thohir
"Saya sebelumnya di Cape Verde di mana seluruh negara (Konfederasi Sepakbola) Afrika mendukung saya. Saya bicara kepada seluruh asosiasi di manapun di dunia."
Kedudukan Gianni Infantino goyah setelah UEFA, Concacaf, dan AFC mengkritik penjualan saham Piala Dunia melalui proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang diinisiasinya pasca Piala Dunia 2026.
Sejumlah pemimpin asosiasi sepakbola negara-negara Eropa sudah menarik dukungan yang semula mereka berikan kepada Infantino untuk pemilihan periode 2027-2031 pada Kongres FIFA di Rabat, Maroko, Maret 2027.
Mengenai FFE Infantino sudah minta maaf. Jika kolega Eropa merasa bahwa kepercayaan mereka sudah hilang terhadap Infantino, sang presiden menganggap perselihan itu adalah ketidaksepakatan yang wajar dalam organisasi.
"Ada beberapa sudut pandang yang tidak selalu mudah untuk dibawa ke bawah satu atap," kata Infantino.
"Tetapi kami perlu menghormati dan saya menghormati seluruh opini seluruh pandangan dan kemudian terserah pada asosiasi anggota FIFA untuk memutuskan siapa yang mereka inginkan sebagai presiden dan bagaimana mereka ingin FIFA dijalankan."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 4Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 5Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 6Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 7Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot






