Akurat Logo

Fenomena "Super Blood Moon" Akan Jadi yang Terlama Selama 100 Tahun Sekali

Rahmat Hidayat | 25 Juli 2018, 16:17 WIB
Fenomena "Super Blood Moon" Akan Jadi yang Terlama Selama 100 Tahun Sekali

AKURAT.CO, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memperkirakan gerhana Bulan total atau "super blood moon" yang akan terjadi pada 28 Juli 2018 mendatang merupakan gerhana terlama yang terjadi dalam waktu 100 tahun sekali.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Diseminasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Emanuel Sungging, di Bandung, Rabu (25/7).

"Gerhana tersebut sebagai terlama atau akan terjadi lagi pada 2100 dengan posisi Bulan di tengah-tengah bayangan Bumi," katanya.

Ia menjelaskan, Gerhana Bulan merupakan fenomena alam setiap tahun. Peristiwa itu ketika Bumi sejajar di antara Bulan dan Matahari.

"Akibatnya, bayangan Bumi menutup Bulan sehingga terjadi gerhana Bulan, sebagaimana pada 28 Juli 2018, terjadi gerhana Bulan total," ungkapnya.

"Gerhana Bulan merah darah pada 28 Juli mendatang selama satu jam 42 menit, sedangkan gerhana Bulan biasa sekitar 60 hingga 70 menit," tambah dia.

Emanuel menuturkan gerhana Bulan merah darah terjadi mulai pukul 01.25 hingga 05.19 WIB dengan gerhana total pada pukul 02.30 hingga 04.13 WIB, sedangkan puncak gerhana Bulan total pada pukul 03.21 WIB.

"Tidak seperti gerhana Matahari, kata dia, gerhana Bulan aman untuk disaksikan dengan mata secara langsung," ujar dia.

Pada waktu yang sama, lanjutnya, terjadi fenomena oposisi Planet Mars, di mana planet itu dan Bumi berada di jarak terdekat sehingga akan tampak seperti bintang kemerahan paling terang di antara bintang-bintang lainnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.